
PRESIDEN Prabowo Subianto mengungkapkan kegembiraannya dengan hasil yang dicapai para atlet Indonesia di SEA Games Thailand 2025. Ia juga mengapresiasi para atlet yang berhasil membawa pulang medali ke Tanah Air.
Apalagi mereka berhasil melampaui target medali yang ditetapkan. Sebab dari target 80 medali emas yang ditetapkan, para atlet berhasil mengumpulkan 91 medali emas dan menempati peringkat kedua di bawah tuan rumah Thailand.
Tentu saja, hal itu prestasi yang sangat membanggakan. Persolannya, kata Presiden sambil bercanda, dia jadi pusing karena dengan 91 perolehan medali emas, maka total bonus yang harus dikeluarkan pemerintah jadi cukup besar.
“Di satu pihak saya senyum 91 emas, di lain pihak agak pusing juga bonusnya besar juga itu,” ucapnya disambut tawa.
Meski begitu, ia tak masalah dengan bonus itu. Presdein berkomitmen tetap akan memberikan bonus untuk para atlet. “Tapi itu Sabdo Pandito Ratu, ucapan serang pemimpin harus dipegang.”
“Gembira tapi pusing nggak apa-apa, yang penting pejuang-pejuang kita, kita hormati dan kita hargai,” lanjut Prabowo.
Bersejarah

Pada kesempatan sama, Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir juga menyanjung pencapaian bersejarah kontingen Indonesia di SEA Games Thailand 2025. Untuk diketahui kontingen Indonesia total perolehan 91 emas, 111 perak, dan 131 perunggu hingga berita ini diturunkan pada Sabtu (20/12) malam.
Indonesia unggul atas Vietnam di posisi ketiga yang mengoleksi 87 medali emas, 81 perak, dan 110 perunggu.
“Posisi sebagai runner-up ini merupakan sejarah baru, mengingat terakhir kali Indonesia berada di peringkat tersebut (saat tidak menjadi tuan rumah) pada SEA Games 1995,” kata Erick
Pencapaian ini, kata Erick menjadi prestasi terbaik Tim Indonesia dalam 30 tahun terakhir setelah SEA Games 1995 di Chiang Mai, Thailand. Raihan di Bangkok juga tercatat sebagai hasil terbaik Indonesia di luar status sebagai tuan rumah, setelah menjadi juara umum pada SEA Games 2011.
“Pada SEA Games sebelum-sebelumnya, saat tidak menjadi tuan rumah, posisi Indonesia rata-rata berada di peringkat tiga atau empat,” ujar Erick.
Motivasi tambahan
Menurut Menpora pencapaian para pejuang olahraga Indonesia di Thailand juga tidak lepas dari dukungan Presiden RI Prabowo Subianto, termasuk insentif tambahan sebesar Rp1 miliar yang dijanjikan untuk atlet peraih medali emas SEA Games 2025.
Erick meyakini hal itu menjadi motivasi tambahan bagi para atlet yang turun di SEA Games 2025 sekaligus angin segar bagi orang tua bibit-bibit olahragawan di masa depan.
“Itu turut memberikan dorongan motivasi bagi para atlet untuk tabungan masa depan mereka, karena banyak orang tua melihat atlet tidak ada jaminan masa depan,” katanya. (*/N-01)







