Populasi Warga Asing di Jepang Melonjak Capai 3,95 Juta Orang

POPULASI warga negara asing (WNA) di Jepang mengalami lonjakan signifikan dalam satu dekade terakhir. Hampir seluruh kota di Negeri Sakura kini mencatat keberadaan penduduk asing dalam jumlah yang terus meningkat.

Badan Layanan Imigrasi Jepang mencatat, hingga akhir Juni 2025 jumlah WNA yang tinggal di Jepang mencapai rekor tertinggi, yakni lebih dari 3,95 juta orang. Angka ini menunjukkan tren peningkatan konsisten seiring kebutuhan tenaga kerja dan mobilitas global yang semakin tinggi.

Berdasarkan analisis lembaga penyiaran publik NHK yang mengolah data Kementerian Dalam Negeri dan Komunikasi Jepang sejak 2015, tercatat lebih dari 1.700 kota dan desa di seluruh Jepang memiliki penduduk warga negara asing.

BACA JUGA  Festival Sakura di Dekat Gunung Fuji Dibatalkan

Dari jumlah tersebut, 1.680 daerah atau sekitar 96 persen mengalami peningkatan populasi WNA. Bahkan, di sekitar 51 persen wilayah, jumlah penduduk asing meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan satu dekade lalu.

Populasi warga asing tidak terbendung

Lonjakan populasi WNA paling mencolok terjadi di kawasan perkotaan besar. Kota Osaka mencatat sekitar 72 ribu penduduk asing, disusul Kota Yokohama di Prefektur Kanagawa dengan sekitar 48 ribu WNA, serta Kota Nagoya yang menampung sekitar 35 ribu warga asing.

Namun, peningkatan juga terjadi di wilayah perdesaan yang sebelumnya minim penduduk asing. Salah satu contoh paling ekstrem adalah Desa Akaigawa di Hokkaido, yang mencatat pertumbuhan tertinggi. Dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, jumlah penduduk asing di desa tersebut meningkat hingga 19,5 kali lipat.

BACA JUGA  Gebuk Jepang, Timnas Futsal Indonesia Hadapi Iran di Final

Profesor tamu Studi Internasional Universitas Kansai, Menju Toshihiro, menilai lonjakan ini erat kaitannya dengan krisis kekurangan tenaga kerja yang dihadapi Jepang.

“Kekurangan tenaga kerja mendorong masuknya warga asing, bahkan ke daerah-daerah yang sebelumnya hampir tidak memiliki penduduk dari luar Jepang,” ujarnya.

Fenomena ini menunjukkan perubahan signifikan dalam struktur demografi Jepang, sekaligus menjadi tantangan baru dalam hal integrasi sosial dan kebijakan kependudukan di masa depan. (*/S-01)

Siswantini Suryandari

Related Posts

Laga Pembuka EPA ONE 2026/2027, Dewa United U20 Ungguli Persija U20

Kompetisi Elite Pro Academy/EPA ONE 2026/2027 resmi bergulir. Laga pembuka EPA ONE 2026/2027 yang mempertemukan Dewa United Banten FC U20 dan Persija Jakarta U20 berlangsung di Training Ground Dewa United…

Ludes Terjual, 67 Ribu Tiket Final FIFA ASEAN Cup 2026 Laga Indonesia Vs Thailand

Antusiasme suporter Indonesia untuk menyaksikan final FIFA ASEAN Cup 2026 membludak. Panitia penyelenggara mengonfirmasi sebanyak 67 ribu tiket pertandingan final Indonesia melawan Thailand telah terjual habis atau sold out. Partai…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Bawa Suara Petani, Film Dokumenter Karya Mahasiswa UGM Tembus Semifinal Inspiring Asia

  • October 5, 2026
Bawa Suara Petani, Film Dokumenter Karya Mahasiswa UGM Tembus Semifinal Inspiring Asia

Bantu Mahasiswa UTS, Fapet UGM Bagikan 2.577 Butir Telur Rebus Gratis

  • October 5, 2026
Bantu Mahasiswa UTS,  Fapet UGM Bagikan 2.577 Butir Telur Rebus Gratis

Stasiun Meteorologi Yogyakarta Peringatkan Gelombang Tinggi Perairan Samudera Hindia

  • October 5, 2026
Stasiun Meteorologi Yogyakarta Peringatkan Gelombang Tinggi Perairan Samudera Hindia

Hore! Dua Badak Sumatera di TNWK Dilaporkan Tengah Hamil

  • October 5, 2026
Hore! Dua Badak Sumatera di TNWK Dilaporkan Tengah Hamil

Densus 88 Tangkap 11 Terduga Teroris di Enam Provinsi

  • October 4, 2026
Densus 88 Tangkap 11 Terduga Teroris di Enam Provinsi

Pertamina Gelar Pemeriksaan Gigi Gratis untuk Anak Berkebutuhan Khusus

  • October 4, 2026
Pertamina Gelar Pemeriksaan Gigi Gratis untuk Anak Berkebutuhan Khusus