Kebakaran Besar Hong Kong: 44 Tewas, 279 Hilang

SEDIKITNYA 44 orang tewas dalam kebakaran besar yang melanda kompleks rumah susun di Distrik Tai Po, Hong Kong. Lebih dari 279 warga masih belum ditemukan dalam insiden yang disebut sebagai kebakaran paling mematikan di kota itu dalam 63 tahun terakhir.

Pihak kepolisian telah menangkap tiga eksekutif perusahaan konstruksi atas dugaan kelalaian yang menyebabkan kematian (manslaughter). Mereka diduga menggunakan material mudah terbakar, seperti jaring dan lembaran plastik, yang membuat api cepat menjalar ke seluruh bangunan.

Setelah 18 jam, petugas pemadam kebakaran menyatakan api berhasil dikendalikan. Otoritas menetapkan insiden ini sebagai kebakaran level lima, klasifikasi tertinggi dalam sistem penanganan kebakaran Hong Kong.

BACA JUGA  KJRI Siapkan Tim Pemulangan WNI Korban Kebakaran di Hong Kong

Kebakaran Hong Kong Terparah Sejak 1962

Kebakaran ini telah menyamai jumlah korban pada tragedi Agustus 1962 di Sham Shui Po, yang juga menewaskan 44 orang dan membuat ratusan warga kehilangan tempat tinggal. Saat itu, sekitar 22,7 kg kembang api yang disimpan di sebuah bangunan menyebabkan api membesar dan merambat ke lantai atas.

Insiden kebakaran besar lainnya terjadi pada November 1996 di Gedung Garley, Kowloon, yang menewaskan 41 orang dan melukai 81 lainnya.

Kebakaran paling mematikan yang pernah tercatat di Hong Kong terjadi pada 1948, ketika ledakan di lantai dasar sebuah gudang lima lantai yang menyimpan “bahan berbahaya” menewaskan 176 orang.

BACA JUGA  BI Solo Ganti Uang Warga yang Hangus dalam Musibah Kebakaran

Data dari Departemen Layanan Pemadam Kebakaran Hong Kong menunjukkan bahwa 33 orang tewas dalam insiden kebakaran pada tahun 2024. Penyebabnya aktivitas memasak, puntung rokok, korek api dan lilin, serta kerusakan listrik disebut sebagai penyebab utama.

Pada tahun 2023, sebanyak 31 orang tewas dalam insiden kebakaran di kota tersebut, sebuah angka yang saat itu menjadi yang tertinggi dalam 22 tahun, menurut kantor riset Sekretariat Dewan Legislatif.

Disebut sebagai Kejadian Tidak Biasa

Para pejabat Hong Kong menggambarkan kebakaran yang melalap beberapa gedung bertingkat tinggi sekaligus ini sebagai kejadian yang sangat tidak biasa, mengingat kecepatan penyebaran api dan skala kerusakan yang ditimbulkan.

Hingga kini, proses pencarian korban dan penyelidikan penyebab utama tragedi masih terus dilakukan oleh otoritas setempat. (*/S-01)

BACA JUGA  Kebakaran di Pabrik Pakan Ternak Bekasi, 9 Orang Meninggal

Siswantini Suryandari

Related Posts

Tambah 10 Medali Emas, Indonesia Makin Tinggalkan Vietnam

KONTINGEN Indonesia kembali menambah pundi-pundi medali emasnya di SEA Games Thailand 2025. Pada hari ketujuh (Selasa, 16/12), pesta olahraga negara-negara Asia Tenggara itu. Tim Merah Putih tercatat berhasil menambah 10…

Lindi TPA Berisiko Cemari Air dan Tanah

KEBERADAAN Tempat Pembuangan Akhir (TPA) atau yang kini dikenal sebagai Tempat Pemrosesan Akhir masih menjadi tantangan serius dalam pengelolaan sampah di Indonesia. Banyak TPA yang belum dilengkapi instalasi pengolahan lindi secara…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Tambah 10 Medali Emas, Indonesia Makin Tinggalkan Vietnam

  • December 17, 2025
Tambah 10 Medali Emas, Indonesia  Makin Tinggalkan Vietnam

Dosen UGM Meraih Ristek Kalbe Science Award 2025

  • December 16, 2025
Dosen UGM Meraih Ristek Kalbe Science Award 2025

UIN Sunan Kalijaga Raih Penghargaan UI GreenMetric

  • December 16, 2025
UIN Sunan Kalijaga Raih Penghargaan UI GreenMetric

Sambut Libur Nataru, InJourney Lakukan Pelatihan

  • December 16, 2025
Sambut Libur Nataru, InJourney  Lakukan Pelatihan

Pemprov Jabar akan Beri Kompensasi Sopir Angkot di Puncak saat Nataru

  • December 16, 2025
Pemprov Jabar akan Beri Kompensasi Sopir Angkot di Puncak saat Nataru

Undip Borong Tiga Penghargaan Unggulan

  • December 16, 2025
Undip Borong Tiga Penghargaan Unggulan