
SEKRETARIS Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) António Guterres menyatakan dunia tengah berada dalam masa “revolusi energi terbarukan.”
Dalam pidatonya pada KTT Pemimpin COP30 di Belem, Brasil, Jumat (7/11) waktu setempat, Guterres menegaskan bahwa sumber energi bersih kini menjadi pendorong utama transformasi global.
“Tahun lalu, 90 persen kapasitas pembangkit listrik baru berasal dari energi terbarukan,” ujarnya. “Energi bersih kini menjadi sumber listrik baru termurah di hampir seluruh dunia dan menciptakan tiga kali lebih banyak lapangan kerja dibanding bahan bakar fosil,” ujarnya.
Meski begitu, Guterres memperingatkan bahwa komitmen nasional saat ini masih menempatkan dunia di jalur pemanasan global lebih dari 2°C.
Untuk mengubah arah tersebut, ia memaparkan lima prioritas mendesak:
- Menyelaraskan undang-undang dan subsidi dengan transisi energi yang adil;
- Melindungi pekerja dan komunitas terdampak;
- Berinvestasi dalam jaringan listrik dan sistem penyimpanan energi;
- Memastikan peningkatan permintaan, termasuk dari teknologi AI, dipenuhi dengan energi bersih;
- Membuka akses pembiayaan yang terjangkau bagi negara berkembang.
Guterres mengakui bahwa melebihi ambang batas 1,5°C tidak terhindarkan dalam jangka pendek, namun menekankan pentingnya mengendalikan “seberapa tinggi dan seberapa lama” kenaikan itu terjadi.
Ia menegaskan, emisi global harus berkurang hampir setengahnya pada 2030, mencapai nol bersih pada 2050, dan menjadi negatif setelahnya.
“Zaman bahan bakar fosil sedang berakhir,” tegas Guterres. “Masa depan energi bersih sedang bangkit. Mari kita pastikan transisi ini berlangsung adil, cepat, dan tuntas.” (*/S-01)







