
PASCAGEMPA bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Myanmar, pemerintah setempat mengumumkan masa berkabung nasional selama tujuh hari ke depan.
Untuk itu mereka mengimbau masyarakat mengibarkan bendera setengah tiang sebagai bagian dari masa berkabung.
Menurut media lokal, setidaknya tercatat sudah lebih dari 1.700 orang tewas dalam bencana tersebut. Adapun 3.400 orang terluka dan 300 orang lainnya masih belum ditemukan.
Sementara itu, pemimpin junta Myanmar, Min Aung Hlaing, telah menelepon Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim guna membahas bantuan.
Bantuan logistik
Pada bagian lain, Kementerian Pertahanan RI mengirim 12 ton bantuan logistik untuk membantu korban gempa di Myanmar.
“Bantuan yang dikirimkan berupa tenda, kemudian juga makanan, kemudian selimut, obat obatan dan kebutuhan lain yang berkaitan dengan medis,” kata Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan.
Donny menjelaskan bantuan tersebut akan dikirim dari Lanud Halim Perdanakusuma ke Lanud Sultan Iskandar Muda Aceh.Setelah itu bantuan tersebut akan langsung diantar ke Bandara Naypyidaw, Myanmar.
Tidak hanya bantuan, TNI juga menerjunkan 39 pasukan yang terdiri atas pilot Hercules, Korps Marinir, Kopassus, Kopasgat, dan Kostrad untuk melakukan misi kemanusiaan.
“Mereka juga akan menjadi tim advance yang akan melakukan pertolongan pertama untuk para korban,” kata Donny. (*/N-01)