
WAKIL Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan mengaku tengah menginventarisasi komoditas barang dan jasa yang dibutuhkan Henan dan dapat didukung Jawa Barat dan sebaliknya.
Hal itu diungkapkan Wagub Erwan sesuai menerima kunjungan delegasi Provinsi Henan, Republik Rakyat Tiongkok, di Gedung Sate, Kota Bandung, yang dipimpin Anggota Komite Tetap Komite Provinsi Henan Partai Komunis Tiongkok (PKT) sekaligus Menteri Departemen Publisitas Provinsi Henan, Wang Song, beserta jajaran.
Wagub Erwan mengatakan, kunjungan itu menjadi momentum untuk memperkuat hubungan tersebut melalui kerja sama.
“Dari Provinsi Henan sendiri sudah beberapa kali ke sini, dari 2007, 2017. Terus hari ini juga delegasi langsung dipimpin Mr. Wang Song dan rombongan,” ujar Erwan.
Lebih konkret
Menurutnya, langkah tersebut penting agar pada pertemuan berikutnya sektor maupun komoditas yang akan dikerjasamakan melalui nota kesepahaman (MoU) sudah lebih konkret dan dapat segera ditindaklanjuti dengan aksi nyata.
“Termasuk tadi dari Provinsi Henan sangat tertarik untuk kerja sama dengan PT Ultrajaya (Padalarang), karena mereka kemarin sudah berkunjung ke PT Ultrajaya dan akan segera tindak lanjut. Itu acara B2B,” katanya.
Selain kerja sama dengan dunia usaha, Erwan menyebut sejumlah sektor lain yang dinilai potensial untuk dikembangkan bersama, di antaranya agrikultur, industri kendaraan listrik, pangan, pariwisata, hingga kebudayaan.
“Mudah-mudahan masih banyak para investor dari Henan ini yang bisa berinvestasi di Jawa Barat. Saya membidik para investor (berinvestasi) di sini,” ucapnya.
Komoditas unggulan
Dari sisi perdagangan, Erwan menyoroti gandum sebagai salah satu komoditas agrikultur unggulan Provinsi Henan. Selain gandum, Erwan juga membuka peluang kerja sama untuk komoditas kedelai yang selama ini berkaitan erat dengan kebutuhan industri pangan, termasuk produksi tahu.
“Tadi saya menanyakan tentang kacang kedelai yang kita selalu bermasalah dengan (produksi) tahu. Begitu kacang kedelai ataupun dolar naik, itu kan sangat berdampak. Kita coba nanti dengan Tiongkok, khususnya Provinsi Henan, seperti itu ya,” tuturnya.
Ia juga menyebut peluang pertukaran benih padi sebagai bentuk kerja sama di bidang pertapnian.
Potensi Pariwisata dan Budaya
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat Iendra Sofyan mengatakan, Jawa Barat dan Henan sama-sama memiliki potensi untuk mengembangkan kerja sama di sektor pariwisata dan kebudayaan.
Menurut Iendra, karakteristik geografis kedua wilayah dapat menjadi peluang untuk saling melengkapi dalam pengembangan destinasi wisata.
“Jadi mereka tidak punya laut. Nah, oleh sebab itu kita bisa menawarkan laut di sini. Kalau pegunungan mungkin sama (daya tariknya),” kata Iendra.
Selain wisata alam, Iendra melihat peluang besar dalam pertukaran dan pengembangan kebudayaan. Menurutnya, terdapat sejumlah kemiripan unsur budaya yang justru dapat menjadi daya tarik untuk dikembangkan bersama. (RO/YY/N-01)






