Dukung Kemandirian Pangan, Peneliti Kembangkan Padi Gamagora

UNTUK mendukung produktivitas padi sekaligus kemampuan adaptasi terhadap berbagai kondisi lingkungan, diperlukan varietas unggul. Untuk itulah para peneliti terus mengembangkan padi varietas unggul, salah satunya padi Gamagora.

Menurut peneliti varietas padi Gamagora, Prof. Dr. Ir. Taryono, M.Sc., varietas ini memang dirancang untuk bisa beradaptasi dengan berbagai konfisi lingkungan.

Menurutnya, lahan yang dimiliki oleh pondok pesantren tersebut memiliki modal kuat berupa ketersediaan lahan pertanian yang luas. Selain menjadi sarana pembelajaran bagi santri, lahan ini sangat potensial untuk produksi pangan skala besar.

“Melihat kondisi tanamannya, potensi hasil panen ini diprediksi mencapai di atas 8 ton per hektar. Pencapaian di atas rata-rata ini menjadi sebuah bukti bahwa pengembangan varietas tersebut mampu memperkuat kemandirian pangan,” jelasnya.

BACA JUGA  Menjaga Tradisi sambil Mengedukasi Lewat Engkle Rancage

Manfaat ekonomi

Panen padi Gamagora. (Dok/Ist)

Taryono menjelaskan bahwa kemandirian pangan bukanlah sekadar menjadi petani subsistem yang hanya menanam untuk kebutuhan sendiri. Lebih dari itu, kemandirian pangan merupakan kemampuan suatu lembaga atau masyarakat untuk menghasilkan produk pangan secara mandiri, sehingga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitarnya.

“Prinsip dasar kemandirian pangan itu basisnya dari bawah, bisa di level rumah tangga, kelompok, hingga desa. Jika pesantren sudah mandiri pangan dan kebutuhan tercukupi, mereka mampu menggerakan roda ekonomi sendiri,” ujarnya.

Melalui pendekatan berbasis edukasi dan kolaborasi ini, pengembangan budidaya padi Gamagora di Desa Bangkiling Raya menunjukkan bahwa upaya kemandirian pangan dapat diwujudkan secara konkret di tingkat komunitas.

BACA JUGA  Ketika Pohon tak lagi Efektif Jadi Penyejuk Kota

Capaian produksi

Program tersebut diharapkan dapat menghasilkan capaian produksi yang positif dan mampu membangun kapasitas sumber daya manusia melalui keterlibatan aktif dalam setiap tahapan budidaya.

Seremoni panen padi Gamagora kali ini dihadiri Direktur Operasional PT Adaro Indonesia Wahyu Sulistyo, Kepala Teknik Tambang Deny Widihatmoko, Eksternal Relation Division Head Rinaldo Kurniawan, Kepala Deputi Division Head HSE Didik Triwibowo, Ketua Yayasan Amanah Bangun Negeri (YABN), Zuraida Murdia Hamdie dan Sekretaris YABN, Diah Restu Lestari. (Agt/N-01)

BACA JUGA  7 Dosen UGM Masuk Ilmuwan Berpengaruh Dunia

Dimitry Ramadan

Related Posts

Dewan Juri dan MC di LCC Empat Pilar Kalbar Resmi Dinonaktifkan

SEKRETARIAT Jenderal MPR RI meminta maaf atas kelalaian Dewan Juri yang menyebabkan polemik terkait pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Tingkat Provinsi Kalimantan Barat. Selain itu…

Wabup Sidoarjo Sidak Program Makan Bergizi di SDN Pucang 1 Usai Kabar Viral

WAKIL Bupati Sidoarjo Mimik Idayana melakukan inspeksi mendadak (sidak) pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN Pucang 1, Sidoarjo, Selasa (12/5). Sidak ini bertujuan memastikan kelayakan dan standar gizi…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Federasi Futsal Indonesia Resmi Ganti Nama Jadi AFI

  • May 12, 2026
Federasi Futsal Indonesia Resmi Ganti Nama Jadi AFI

PSS Sleman Bersyukur Kembali Promosi ke Super League

  • May 12, 2026
PSS Sleman Bersyukur Kembali Promosi ke Super League

Dewan Juri dan MC di LCC Empat Pilar Kalbar Resmi Dinonaktifkan

  • May 12, 2026
Dewan Juri dan MC di LCC Empat Pilar Kalbar Resmi Dinonaktifkan

Wabup Sidoarjo Sidak Program Makan Bergizi di SDN Pucang 1 Usai Kabar Viral

  • May 12, 2026
Wabup Sidoarjo Sidak Program Makan Bergizi di SDN Pucang 1 Usai Kabar Viral

Tetangga Aneh Berulah lagi, Rumah seorang Warga Diteror Sampah dan Air Kencing

  • May 12, 2026
Tetangga Aneh Berulah lagi, Rumah seorang Warga Diteror Sampah dan Air Kencing

Kirab Budaya di Cirebon Pukau Masyarakat

  • May 12, 2026
Kirab Budaya di Cirebon Pukau Masyarakat