PT Agrinas Siap Tunda Impor Mobil Pikap dari India

DIREKTUR Utama PT Agrinas Pangan Nusantara Joao Angelo De Sousa Mota mengaku menerima semua masukan dan saran dari berbagai pihak perihal impor mobil pikap dari India untuk operasional Koperasi Desa (Kopdes)/Kelurahan Merah Putih. ‎

Untuk itu dia menyampaikan pihaknya siap mengikuti pesan dari DPR RI untuk menunda impor itu

Pernyataan tersebut disampaikan dia untuk merespons pesan dari Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad yang meminta agar pemerintah menunda terlebih dahulu rencana impor 105.000 mobil pikap dari India.

”Dari DPR bilang apa kami ikut, pemerintah bilang apa kami ikut. Pokoknya kami taat, setia, loyal kepada negara dan rakyat,” tegas Joao dikutip antaranews.

BACA JUGA  DPR RI Sebut Banyak Catatan dan Evaluasi Penyelenggaraan Haji 2024

Konfirmasi impor

Sebelumnya, kabar mengenai langkah impor oleh Agrinas diumumkan oleh perusahaan otomotif India, Mahindra and Mahindra Ltd. (M&M), dalam laman perusahaan mereka pada 4 Februari 2026. M&M mengumumkan akan menyuplai 35.000 unit pikap Scorpio ‎

Pada 20 Februari 2026, Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara Joao Angelo De Sousa Mota kepada media di tanah air mengonfirmasi impor 105.000 mobil dari perusahaan India tersebut.‎

Ratusan ribu kendaraan tersebut terdiri atas 35.000 unit mobil pikap ukuran 4×4 dari M&M, kemudian 35.000 unit pikap 4×4 dan 35.000 unit truk roda enam dari Tata Motors.

Diprotes Menperin

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan, Indonesia telah mampu memproduksi kendaraan pikap secara mandiri yang menjadi bukti kemandirian industri otomotif nasional, sekaligus memberikan nilai tambah ekonomi yang signifikan bagi perekonomian.‎

BACA JUGA  India Jajaki Perluasan Investasi di Jawa Tengah

Menperin dalam pernyataan dikonfirmasi di Jakarta, Kamis (19/2) menjelaskan, apabila pengadaan kendaraan pikap 4×2 sebanyak 70.000 unit dipenuhi dari produksi dalam negeri, akan memberikan dampak ekonomi sekitar Rp27 triliun.

Adapun Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menyampaikan dirinya sudah berpesan kepada pemerintah agar menunda terlebih dahulu rencana impor 105.000 mobil dari India untuk kebutuhan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

Menurut dia, rencana itu perlu ditunda karena Presiden Prabowo Subianto masih kunjungan kerja ke luar negeri. Menurut dia, Presiden pun akan membahas hal rinci terkait rencana tersebut.‎ (*/N-01)

BACA JUGA  Wamentan Pastikan tidak Akan Impor Beras Tahun ini

Dimitry Ramadan

Related Posts

Inter Tersingkir, Atletico dan Newcastle Maju Babak ke 16 Besar

KEJUTAN mewarnai leg kedua babak playoff 16 besar Liga Champions pada Rabu dini hari WIB. Inter Milan secara mengejutkan dipermalukan oleh wakil Norwegia, Bodo/Glimt dengan skor 1-2.di Giuseppe Meazza. Akibat…

Redam Malut United, Persija Terus Pepet Persib

PERSIJA Jakarta sukses meraih tiga poin dalam lawatannya ke Maluku Utara. Saat menghadapi Malut United  dalam laga Super League di Stadion Gelora Kie Raha, Ternate, Selasa (25/2) malam, Persija menang…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Gol Gali Freitas Putus Rentetan Kekalahan Persebaya

  • February 26, 2026
Gol Gali Freitas Putus Rentetan Kekalahan Persebaya

Alex Noerdin Meninggal, Kasusnya Ditutup

  • February 25, 2026
Alex Noerdin Meninggal, Kasusnya Ditutup

Polda Jateng Bongkar Sindikat Penadah Motor Lintas Provinsi

  • February 25, 2026
Polda Jateng Bongkar Sindikat Penadah Motor Lintas Provinsi

Pertamina Tambah Kuota LPG 3 Kg di Semarang dan Muria Raya

  • February 25, 2026
Pertamina Tambah Kuota LPG 3 Kg di Semarang dan Muria Raya

Tiga Nama Masuk Seleksi Tahap Akhir Bursa Calon Rektor UII

  • February 25, 2026
Tiga Nama Masuk Seleksi Tahap Akhir Bursa Calon Rektor UII

637 Juta Orang di Dunia Kekurangan Pangan

  • February 25, 2026
637 Juta Orang di Dunia Kekurangan Pangan