Gubernur Jabar Usul Kertajati Jadi Kawasan Industri Pertahanan

GUBERNUR Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi mengusulkan agar Bandara Kertajati tidak hanya difungsikan untuk layanan penerbangan sipil, tetapi juga dikembangkan sebagai kawasan industri pertahanan nasional. Usulan tersebut disampaikan Dedi saat meninjau potensi kawasan pada Jumat (21/11).

Menurutnya, Kertajati memiliki posisi strategis dan kelayakan infrastruktur yang memadai untuk menjadi pusat konsolidasi industri pertahanan dalam negeri, termasuk Pindad, PT Dirgantara Indonesia (PTDI), dan industri strategis lainnya.

“Gagasan kami adalah selain menjadi kawasan ekonomi khusus, Kertajati juga dikembangkan sebagai kawasan industri pertahanan dalam negeri. Harapannya Pindad, PT Dirgantara Indonesia, dan lainnya bisa dipusatkan di sana,” ujarnya.

Fasilitas memadai untuk kawasan industri pertahanan

Dedi menjelaskan bahwa fasilitas Bandara Kertajati telah memenuhi standar operasional pesawat militer sehingga memungkinkan pembentukan kawasan industri pertahanan terpadu. Penetapan kawasan ini juga dinilai akan meningkatkan minat investor karena jaminan keamanan yang lebih tinggi.

BACA JUGA  Pemkot Bandung Minta Bandara Husein Sastranegara Dibuka Kembali

“Kalau kawasan itu ditetapkan sebagai kawasan industri pertahanan, investor akan makin cepat datang,” katanya.

Ia juga menilai relokasi fasilitas industri pertahanan dari Bandung ke Kertajati dapat mengurangi beban infrastruktur di Kota Bandung.
“Untuk mengurangi beban di Bandung seperti Husein, kompleks militernya bisa pindah ke sana. PT Dirgantara Indonesia juga sudah terlalu penuh dan bisa pindah,” imbuhnya.

Dedi menegaskan bahwa pembiayaan relokasi tidak akan membebani APBN karena nilai ekonomi lahan industri pertahanan di Bandung dapat dioptimalkan untuk mendukung pembangunan kawasan baru di Kertajati.

Dukungan Pemerintah Pusat 

Sebelumnya, Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy juga menegaskan dukungan pemerintah pusat terhadap percepatan pengembangan fasilitas Maintenance, Repair and Overhaul (MRO) serta rencana kawasan industri pertahanan di Kertajati.

BACA JUGA  Gubernur Jabar Beri Bantuan Warga Korban Longsor Cisarua

“MRO tidak hanya untuk pesawat sipil, tetapi juga pesawat militer. Rekan-rekan dari Kementerian Pertahanan akan membahas hal ini,” ujarnya.

Rachmat menambahkan bahwa percepatan pemanfaatan lahan sangat penting agar tidak menimbulkan biaya rutin yang membebani pemerintah daerah. Ia memastikan proses perencanaan teknis terus berjalan melalui tim perencana bersama Pemprov Jabar. (Rava/S-01)

Siswantini Suryandari

Related Posts

KAI Logistik Perkuat Keamanan Angkutan B3 Lewat Kereta Api

KAI Logistik terus mengoptimalkan aspek keamanan dan keselamatan dalam pengangkutan komoditas khusus, termasuk Bahan Berbahaya dan Beracun (B3). Layanan ini menjadi alternatif distribusi B3 yang terstandar dan dikelola ketat sesuai…

Jamkrindo Catat Penjaminan Rp35,8 Triliun di Jateng-DIY di 2025

PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) mencatat volume penjaminan sebesar Rp35,8 triliun di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sepanjang 2025. Dari total tersebut, sebanyak 577.454 pelaku usaha mikro,…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Prof Noorhaidi Siap Bawa UIN Sunan Kalijaga Bereputasi Global

  • February 12, 2026
Prof Noorhaidi Siap Bawa UIN Sunan Kalijaga Bereputasi Global

Sultan Minta Kepala DPMPTSP DIY Ubah Gaya Kepemimpinan

  • February 12, 2026
Sultan Minta Kepala DPMPTSP DIY Ubah Gaya Kepemimpinan

Tolak Keterangan Kusnadi, Khofifah Bantah Terima Fee Ijon Hibah

  • February 12, 2026
Tolak Keterangan Kusnadi, Khofifah Bantah Terima Fee Ijon Hibah

Jelang Ramadan, Harga Bahan Pokok di Tasikmalaya Naik

  • February 12, 2026
Jelang Ramadan, Harga Bahan Pokok di Tasikmalaya Naik

UGM Gandeng NVIDIA dan Indosat untuk Kembangkan Riset

  • February 12, 2026
UGM Gandeng NVIDIA dan Indosat untuk Kembangkan Riset

KAI Logistik Perkuat Keamanan Angkutan B3 Lewat Kereta Api

  • February 12, 2026
KAI Logistik Perkuat Keamanan Angkutan B3 Lewat Kereta Api