RI Dorong Kolaborasi Tekstil dengan Australia di GSE 2025

INDUSTRI tekstil Indonesia kembali menjadi sorotan dalam seminar “Indonesia, Sustainable Sourcing Hub for Textile, Apparel and Beyond” yang digelar di Australia, Kamis (20/11). Acara ini menjadi penutup rangkaian Global Sourcing Expo (GSE) 2025 dan membahas peluang penguatan rantai pasok tekstil antara Indonesia dan Australia.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung, Ronny Ahmad Nurudin, menegaskan kesiapan pelaku industri kecil menengah (IKM) untuk memperluas pasar ekspor melalui kemitraan manufaktur dengan pelaku industri kreatif Australia.

“Bandung secara historis merupakan jantung ekosistem tekstil dan garmen Indonesia. Peluang pasar Australia semakin terbuka melalui IA-CEPA, meningkatnya permintaan produksi etis, dan kebutuhan order skala kecil berkualitas tinggi,” ujarnya.

BACA JUGA  PM Australia Anthony Albanese Melawat ke Indonesia 14-16 Mei

Menurut Ronny, kekuatan IKM Bandung berada pada kemampuan produksi kreatif, desain, pewarnaan alami, hingga small-batch premium yang kini banyak diburu pasar internasional.

Duta Besar Indonesia untuk Australia dan Vanuatu, Siswo Pramono, dalam kesempatan yang sama menyampaikan bahwa Indonesia memiliki daya saing kuat di rantai pasok global. Nilai ekspor tekstil nasional meningkat dari US$9,1 miliar pada 2020 menjadi sekitar US$11 miliar pada 2024.

Meski masih menghadapi tantangan mulai dari tarif tinggi di pasar AS hingga kompetisi produk murah impor, Indonesia tetap unggul berkat infrastruktur industri, tenaga terampil, dan kapasitas produksi besar.

Tekstil Indonesia disesuaikan dengan tren

Siswo menekankan pentingnya kolaborasi yang saling melengkapi. Konsep “Designed in Australia, crafted in Indonesia” menjadi fokus pembahasan, menggabungkan kemampuan desain Australia dengan kekuatan manufaktur Indonesia.

BACA JUGA  Australia Kubur Impian Indonesia Melaju ke Final Piala AFF U-16 2024

“Dengan kerja sama ini, Australia dapat mengembangkan produk unggulan dengan biaya kompetitif, sementara Indonesia memperoleh peningkatan nilai tambah pada industrinya,” terangnya.

Ronny menambahkan, potensi kerja sama semakin relevan melihat tren ekspor tekstil Australia yang melonjak dari US$230 juta pada 2020 menjadi hampir US$500 juta pada 2024.

Peningkatan ini membuka ruang kolaborasi yang bukan hanya berbasis transaksi, tetapi penciptaan daya saing bersama di pasar global. “Bekerja bersama akan menciptakan industri tekstil yang lebih kreatif, berkelanjutan, dan kuat secara global,” ujarnya.

Seminar ini menegaskan bahwa kemitraan Indonesia-Australia bukan sekadar peluang, melainkan langkah strategis menuju rantai pasok tekstil yang kompetitif, berorientasi ekspor, dan berbasis keberlanjutan. Kota Bandung pun memastikan diri menjadi salah satu penggerak utama dalam mendorong industri kreatif lokal menembus pasar internasional. (Rava/S-01)

BACA JUGA  Siswa SMA Islam Diponegoro Surakarta Juara I Lomba Esai Nasional Prodi Tekstil UII

Siswantini Suryandari

Related Posts

Presiden Prabowo Diminta Batalkan Pembelian Mobil Pickup dari India

PRESIDEN Prabowo Subianto diminta membatalkan rencana impor 105 ribu kendaraan niaga dari India senilai Rp24,66 triliun oleh PT Agrinas Pangan Nusantara. Pasalnya kebijakan itu tidak mendukung perkembangan industri dalam negeri.…

Polemik Video WNI, LPDP Tegaskan Aturan Pengabdian

LEMBAGA Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) merespons polemik di media sosial terkait unggahan video akun @sasetyaningtyas, yang diketahui merupakan alumnus LPDP. Dalam video yang beredar, pemilik akun tersebut menyatakan kebanggaannya karena…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Livin’ Mandiri Selangkah Menuju Final Four

  • February 23, 2026
Livin’ Mandiri Selangkah Menuju Final Four

Pertamina Buka 10 Titik Penukaran Minyak Jelantah di Yogyakarta

  • February 23, 2026
Pertamina Buka 10 Titik Penukaran Minyak Jelantah di Yogyakarta

Bentuk Karakter Siswa, Spemduta Gelar Sekolah Subuh selama Ramadan

  • February 23, 2026
Bentuk Karakter Siswa, Spemduta Gelar Sekolah Subuh selama Ramadan

Borneo Tersandung, Persib Makin Kukuh di Puncak Klasemen

  • February 22, 2026
Borneo Tersandung, Persib Makin Kukuh di Puncak Klasemen

Presiden Prabowo Diminta Batalkan Pembelian Mobil Pickup dari India

  • February 22, 2026
Presiden Prabowo Diminta Batalkan Pembelian Mobil Pickup dari India

Satu Unit Rumah di Taput Terbakar Akibat Konsleting

  • February 22, 2026
Satu Unit Rumah di Taput Terbakar Akibat Konsleting