
MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan dirinya tidak akan mengubah penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026. Selain itu, dia juga merombak kebijakan fiskal yan telah dijalankan oleh mantan Menkeu Sri Mulyani Indrawati.
“Kami akan optimalkan sistem yang ada. Biasanya kalau kejelekan pemimpin baru, yang lama itu diobrak-abrik, buat baru lagi, soalnya mau bikin tonggak baru. Saya tidak akan seperti itu pendekatannya,” kata Purbaya dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Keuangan, Senin (8/9).
Alih-alih mengubah dia mengaku akan berusaha mengoptimalkan sistem yang sudah ada dan mempercepat mesin yang sudah berjalan.
“Sama saja saya pikir prosesnya tidak akan terlalu banyak berubah,” katanya
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto resmi melantik lima pejabat baru Kabinet Merah Putih dalam reshuffle yang digelar di Istana Negara, Jakarta, Senin. Dalam pelantikan tersebut, Purbaya Yudhi Sadewa dilantik sebagai Menkeu menggantikan Sri Mulyani Indrawati.
Bukan orang baru
Sebelum dipercaya memimpin Kementerian Keuangan, Purbaya menjabat sebagai Ketua Dewan Komisioner (DK) Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Ia juga
pernah menjabat sebagai Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi di Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (2018-2020), Staf Khusus Bidang Ekonomi di berbagai kementerian, hingga Deputi III Bidang Pengelolaan Isu Strategis di Kantor Staf Presiden (2015).
“Saya ahli fiskal. Jadi, saya mengerti betul fiskal yang prudent seperti apa,” ujar Purbaya. Dia pun yakin tidak membutuhkan waktu lama untuk beradaptasi menjadi Menkeu. (*/N-01)









