
PRESIDEN Amerika Serikat, Donald Trump tiba-tiba mengumumkan bahwa telah tercapai sebuah kesepakatan soal tarif dagang dengan Indonesia. Kesepakatan itu terjadi setelah ia berdialog langsung dengan Presiden RI Prabowo Subianto.
Pernyataan tersebut ia sampaikan melalui akun media sosialnya Truth Social.
“Kesepakatan besar, untuk semua pihak, baru saja tercapai dengan Indonesia. Saya bernegosiasi langsung dengan Presiden mereka yang sangat dihormati. Rincian akan segera menyusul!!!” tulis Trump dalam unggahannya.
Pernyataan ini memicu spekulasi terkait isi dan bentuk kerja sama yang dimaksud.
Kecam BRICS
Presiden Trump tidak merinci sektor atau bidang kerja sama yang dimaksud. Namun pada postingan di akun yang sama pada Minggu (6/7) malam waktu AS, ia sempat mengecam keras 11 negara anggota BRICS, dan berjanji akan memberlakukan tarif tambahan sebesar 10 persen terhadap kelompok tersebut.
“Negara mana pun yang berpihak pada kebijakan anti-Amerika dari BRICS akan dikenakan TARIF tambahan sebesar 10%. Tidak akan ada pengecualian untuk kebijakan ini,” demikian pernyataan Trump sebelumnya.
Sebelumnya Menko Perekonomian Airlangga Hartarto yang terbang langsung ke AS dengan tim negosiasi tarif RI saat memberikan keterangan pers di Brussel, Belgia, Sabtu (12/7) waktu setempat memastikan penundaan penerapan tarif impor 32 persen dari Amerika Serikat terhadap produk Indonesia. (*/N-01)








