
SEBANYAK empat kereta api (KA) lintas utara terhalang dan terganggu perjalanannya beberapa jam menuju Kota Solo, Kamis malam ( 17/10).
Penyebabnya adanya truk trailer mengangkut alat berat yang kandas di perlintasan JPL 138 petak jalan jalur tunggal antara Stasiun Sumber Lawang-Salem km 84+700.
Insiden truk trailer nopol N 8173 UB tersangkut rel itu terjadi pada pukul 22.09. Peristiwa tersebut langsung ditangani petugas stasiun dan bagian unit jalan rel.
Namun upaya proses evakuasi yang memakan waktu lebih dari dua jam, berakibat 4 kereta terhalang perjalanannya, hingga total mengalami andil kelambatan 380 menit.
Kejadian truk trailer tersangkut rel, membuat PT KAI mengalami kerugian tidak sedikit.
Seperti KA Joglosemarkerto dari Semarang menuju Solo terlambat 109 menit sejak harus berhenti pada Kamis (17/10) pukul 23.45 dan baru berangkat Jumat (18/10) dini hari pukul 01.31 WIB.
” Tidak mudah memang proses evakuasinya. Sebab sempat dua kali gagal ditarik dari jalur, dan baru bergerak setelah didatangkan crane,” ungkap Manager Humas Daop 6 Yogyakarta, Krisbiyantoro menjawab Mimbar Nusantara Jumat (18/10).
“Truk trailer berhasil ditarik dan dipindahkan keluar jalur perlintasan,” lanjutnya.
Kereta Api terlambat berangkat
Saat terjadi insiden truk trailer tersangkut rel, posisi kereta api terdekat adalah KA Banyubiru dari Semarang jadwal lewat di stasiun Sumberlawang jam 22.20 wib.
Karena terhalang jalurnya, terpaksa KA Banyubiru harus berhenti luar biasa di Sumberlawang sembari menunggu evakuasi truk trailer.
KA Banyubiru datang pada 22.31, dan masuk di jalur III sumberlawang, menunggu jalur aman.
KA berikutnya yang terhalang lewat adalah KA Brawijaya tujuan Malang, pada jam 23.10 datang dan masuk di jalur II Sumberlawang.
Dan pada saat sama KA Majapahit dari Malang menuju Pasar Senen Jakarta harus berhenti di Kalioso mulai pukul 00.48.
Proses evakuasi masih belum berhasil, KA Joglosemarkerto dari arah Semarang tujuan Solo datang jam 23.45. Sehingga harus masuk dan menunggu di jalur I Sumberlawang.
Ketiga KA tersebut berjajar di stasiun Sumberlawang sebelum bisa berangkat kembali.
Dan akhirnya pada jam 00.35 petugas unit jalan rel Sumberlawang menyatakan jalur sudah bisa dilalui seiring keberhasilan memindahkan truk trailer dari jalur rel.
“Ketika proses evakuasi pembebasan jalur yang terhalang berhasil dilakukan. KA-KA yang sempat terhalang bisa diberangkatkan satu persatu,” imbuhnya.
Urutan KA diberangkatkan dari Sumberlawang pasca evakuasi adalah pukul 00.40, dengan giliran pertama KA Banyubiru dengan kelambatan 130 menit.
Berikutnya adalah KA Brawijaya yang bisa berjalan kembali menuju Malang mulai pukul 00.56 atau kelambatan 116 menit.
KAI tuntut ganti rugi
KA Majapahit dari Malang dengan tujuan Pasar Senen Jakarta harus berhenti di jalur Kalioso pada pukul 00.48, baru bisa lewat pada 01.13 .
Atau mengalami kelambatan 30 menit, sebab harus menunggu berisilang dengan KA Brawijaya.
KA Jogosemarkerto merupakan kereta api terakhir yang bisa berangkat dari Sumberlawang menuju Solo pada puk 01.31 atau mengalami kelambatan 109 menit
“Jadi total 4 kereta terganggu perjalananya, dengan total andil kelambatan 380 menit,” tukas Krisbiyantoro.
“KAI harus meneruskan kepada pihak perusahaan pemilik armada untuk dimintai pertanggungjawaban,” lanjutnya.
Menurutnya pertanggungjawaban ini karena kelambatan berimbas kerugian bagi KAI dan para penumpang.
Sehingga KAI harus menghitung kerugian dengan acuan banyaknya jumlah penumpang terdampak dan harga tiket. (WID/S-01)








