
PERKAWINAN antarayam yang memiliki hubungan kekerabatan atau inbreeding dapat menjadi salah satu metode dalam pemuliaan ayam ketawa untuk mempertahankan dan menyeragamkan karakter genetik tertentu. Namun, penerapannya perlu dilakukan secara terencana dan disertai seleksi yang ketat agar tidak justru menurunkan kualitas biologis keturunannya.
Kepala Laboratorium Genetika dan Pemuliaan Ternak Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (Fapet UGM), Prof. Dyah Maharani, Selasa, menjelaskan bahwa inbreeding dapat digunakan ketika peternak ingin mempertahankan karakter tertentu yang dianggap unggul, seperti suara, tipe suara, postur, warna bulu, maupun sifat lainnya.
“Inbreeding bukan berarti secara otomatis menghasilkan keturunan yang lebih unggul. Metode ini terutama berfungsi meningkatkan keseragaman genetik. Keberhasilannya sangat bergantung pada kualitas induk yang dipilih dan ketelitian dalam melakukan seleksi,” jelas Prof. Rani, di Yogyakarta.
Meningkatkan homozigositas
Menurut dia perkawinan individu yang memiliki hubungan kekerabatan dapat meningkatkan peluang keturunan menerima alel yang sama dari kedua induknya. Kondisi tersebut meningkatkan homozigositas sehingga sifat tertentu yang sebelumnya masih bervariasi dapat menjadi lebih seragam pada generasi berikutnya.
Dalam pemuliaan ayam ketawa, pendekatan tersebut dapat diarahkan untuk mempertahankan karakter suara tertentu, pola atau tipe kokok, kualitas suara, bentuk tubuh, maupun karakter penampilan yang menjadi ciri khas suatu rumpun atau galur.
Namun demikian, Prof. Rani mengingatkan bahwa inbreeding tidak hanya memperbesar peluang munculnya sifat yang diinginkan. Metode yang sama juga dapat meningkatkan peluang munculnya gen resesif yang merugikan.
“Seekor ayam dapat membawa alel resesif yang tidak terlihat pada penampilannya. Ketika dua ayam yang sama-sama membawa alel resesif tersebut dikawinkan, peluang anak menerima alel resesif dari kedua induknya menjadi lebih besar. Akibatnya, sifat atau kelainan genetik yang sebelumnya tersembunyi dapat muncul pada keturunannya,” paparnya.
Inbreeding depression
Ia mengibaratkan inbreeding sebagai metode yang memperbesar peluang munculnya “isi genetik” dalam suatu garis keturunan, baik yang menguntungkan maupun yang merugikan.
Selain munculnya sifat atau kelainan genetik tertentu, inbreeding yang dilakukan terlalu sering dan tanpa pengelolaan yang baik juga dapat menyebabkan inbreeding depression. Kondisi tersebut merupakan penurunan performa biologis akibat meningkatnya homozigositas.
Dampaknya antara lain pertumbuhan yang kurang baik, penurunan daya tahan tubuh, fertilitas atau daya tetas yang rendah, ukuran tubuh menurun, lemahnya vitalitas anak ayam, hingga meningkatnya kemungkinan munculnya kelainan tertentu.
“Semakin dekat hubungan kekerabatan dan semakin lama inbreeding dilakukan tanpa seleksi serta pengelolaan yang tepat, semakin besar pula risikonya,” kata Prof. Rani.
Hasilkan keturunan yang unggul
Untuk itu, Prof. Rani menekankan bahwa tujuan pemuliaan ayam ketawa bukan sekadar menghasilkan ayam yang semakin ‘murni’, melainkan menghasilkan keturunan yang sehat, produktif, serta memiliki karakter unggul yang konsisten.
Peternak, lanjutnya, perlu memilih induk berdasarkan rekam jejak keturunannya, bukan hanya berdasarkan penampilan satu ekor ayam. Hubungan kekerabatan dan hasil perkawinan setiap generasi juga perlu dicatat untuk membantu pengelolaan program pemuliaan.
Selain menyeleksi suara, peternak perlu memperhatikan kesehatan, fertilitas, daya tetas, pertumbuhan, dan vitalitas keturunan. Ayam dengan suara bagus sebaiknya tidak dipertahankan sebagai induk apabila memiliki masalah kesehatan atau reproduksi.
Hindari perkawinan sekerabat dekat
Peternak juga perlu menghindari perkawinan sekerabat yang terlalu dekat dan dilakukan secara berulang tanpa tujuan pemuliaan yang jelas. Evaluasi secara berkala diperlukan untuk memastikan kualitas keturunan benar-benar meningkat dan tidak mengalami penurunan.
“Inbreeding adalah alat pemuliaan, bukan tujuan akhir. Jika digunakan secara terencana dan disertai seleksi yang ketat, inbreeding dapat membantu memperkuat dan menyeragamkan karakter unggul ayam ketawa. Namun, jika dilakukan tanpa pengendalian, metode yang sama dapat memperbesar munculnya sifat merugikan dan menurunkan kualitas biologis ayam” pungkasnya.
Dengan demikian, dalam pemuliaan ayam ketawa, upaya mempertahankan karakter unggul perlu berjalan seimbang dengan perhatian terhadap kesehatan, produktivitas dan vitalitas ayam. (AGT/A-01)






