Anak-anak Banyak yang Alami Oral Bad Habit

TIM Peneliti dari Departemen Ilmu Kedokteran Gigi Anak (IKGA) Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada dan PT Curagi Global Informatika memperkenalkan aplikasi MyOFunCare kepada orang tua siswa TK ABA Gedongtengen, Yogyakarta.

Aplikasi tersebut dikembangkan untuk membantu orang tua melakukan deteksi dini terhadap oral bad habit (kebiasaan buruk oral) dan gangguan oromotor atau gangguan gerakan otot di sekitar area rongga mulut pada anak usia dini.

MyOFunCare menyediakan sejumlah fitur, mulai dari skrining mandiri, edukasi kesehatan berbasis visual, hingga layanan telemedicine gratis. Melalui aplikasi tersebut, orang tua dapat mengenali kebiasaan maupun kondisi tertentu pada anak dan memperoleh informasi mengenai langkah yang perlu dilakukan apabila ditemukan indikasi yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.

Hasil riset

Pengembangan MyOFunCare didasarkan pada hasil riset FKG UGM yang telah dilakukan selama lebih dari tiga tahun. Pemetaan epidemiologi terhadap lebih dari 9.000 anak TK di Daerah Istimewa Yogyakarta menunjukkan indikasi bahwa oral bad habit menjadi salah satu faktor yang berkaitan dengan kelainan tumbuh kembang gigi dan wajah anak.

BACA JUGA  Ketika Anak-anak Penyintas Kanker Dipertemukan di Candi Borobudur

Penanggung jawab Klinik Kebiasaan Oral FKG UGM, drg. Anrizandy Narwidina, M.DSc., Sp.KGA., Ph.D., mengatakan pengembangan aplikasi tersebut merupakan upaya untuk menerjemahkan hasil penelitian akademik menjadi layanan yang lebih mudah dimanfaatkan masyarakat. Menurutnya, pengetahuan mengenai gangguan oromotor dan oral bad habit selama ini lebih banyak diketahui oleh tenaga medis.

“Informasi mengenai gangguan oromotor dan dampaknya selama ini terbilang eksklusif bagi kalangan dokter. Melalui aplikasi ini, kami mengemas materi medis menjadi bentuk yang mudah dicerna menggunakan panduan visual interaktif,” ujar Anrizandy, Selasa (8/9).

Kenali tanda awal

Dikatakan MyOFunCare memungkinkan orang tua mengenali sejumlah tanda awal, seperti kebiasaan bernapas melalui mulut atau pola gigitan yang tidak normal. Dengan demikian, orang tua dapat mengetahui kondisi anak sejak dini dan memahami kapan diperlukan pemeriksaan atau penanganan lebih lanjut.

Dari sisi pengembangan teknologi, Project PIC MyOFunCare dari PT Curagi Global Informatika, Almamifta Aurel Noviatri, S.H.G., mengatakan aplikasi tersebut dirancang untuk memudahkan orang tua melakukan skrining dan pemantauan tumbuh kembang gigi anak secara mobile. Selain skrining, aplikasi juga menyediakan layanan telemedicine bagi wali murid untuk berkonsultasi.

BACA JUGA  Menkes Soroti Kebiasaan Anak Mengonsumsi Minuman Manis

“Aplikasi ini hadir sebagai bentuk integrasi media digital untuk mempermudah orang tua melakukan skrining mandiri dan pemantauan tumbuh kembang gigi anak secara mobile. Selain skrining, MyOFunCare juga dilengkapi dengan layanan telemedicine gratis. Jadi wali murid bisa langsung berkonsultasi secara online dengan dokter gigi di mana saja terkait keluhan atau hasil skrining anak,” tutur salma Perwakilan Pengembang PT Curagi

Respon positif

Sosialisasi MyOFunCare mendapat respons positif dari orang tua siswa TK ABA Gedongtengen. Rosita, salah satu orangtua siswa, mengaku memperoleh pengetahuan baru mengenai kebiasaan anak yang sebelumnya tidak mereka sadari dapat berdampak terhadap kesehatan gigi dan tumbuh kembang anak.

“Saya baru tahu kalau kebiasaan anak suka menggigit baju atau mengisap jempol itu ternyata berdampak tidak baik untuk jangka panjang. Dengan adanya sosialisasi dan aplikasi ini, kami sebagai orang tua jadi lebih paham,” ungkapnya.

BACA JUGA  Diskominfo Jabar Manfaatkan Aplikasi Sapawarga untuk Pemudik

Kepala TK ABA Gedongtengen, Jumidah, S.Pd., turut mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia menilai edukasi yang diberikan FKG UGM memberikan pengetahuan yang lebih spesifik mengenai tumbuh kembang organ mulut anak, melengkapi pemeriksaan kesehatan gigi yang selama ini dilakukan di tingkat pelayanan kesehatan primer.

Peluncuran MyOFunCare menjadi bagian dari komitmen FKG UGM dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui pengabdian kepada masyarakat berbasis riset terapan. Melalui kegiatan ini, FKG UGM berharap sosialisasi MyOFunCare dapat diperluas ke berbagai wilayah. Perluasan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan kemampuan orang tua dalam melakukan deteksi dini terhadap oral bad habit pada anak sejak usia prasekolah. (AGT/M-01)

Related Posts

Wisatawan Candi Borobudur Bisa Netralkan Jejak Karbon Lewat Tiket

MULAI hari ini, pengunjung Candi Borobudur bisa memilih untuk menetralkan emisi karbon dari perjalanannya, cukup dengan satu pilihan tambahan saat membeli tiket masuk. Pilihan itu dihadirkan melalui Inisiatif Strategis Dekarbonisasi…

Hore! Dua Badak Sumatera di TNWK Dilaporkan Tengah Hamil

KABAR positif datang dari Suaka Rhino Sumatera (SRS), Taman Nasional Way Kambas (TNWK). Dua induk betina badak Sumatera Ratu dan Delilah diketahui sedang hamil. Saat ini keduanya terus menjalani pemantauan…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Juarai FIFA ASEAN Cup 2026, Timnas Indonesia Akhiri Penantian Panjang

  • October 6, 2026
Juarai FIFA ASEAN Cup 2026, Timnas Indonesia Akhiri Penantian Panjang

Mahasiswa RPL Unisa Raih Predikat Terbaik Uji Kompetensi Keperawatan

  • October 5, 2026
Mahasiswa RPL Unisa Raih Predikat Terbaik Uji Kompetensi Keperawatan

Wisatawan Candi Borobudur Bisa Netralkan Jejak Karbon Lewat Tiket

  • October 5, 2026
Wisatawan Candi Borobudur Bisa Netralkan Jejak Karbon Lewat Tiket

PSI Cianjur Bidik Enam Kursi DPRD pada Pileg 2029

  • October 5, 2026
PSI Cianjur Bidik Enam Kursi DPRD pada Pileg 2029

Bawa Suara Petani, Film Dokumenter Karya Mahasiswa UGM Tembus Semifinal Inspiring Asia

  • October 5, 2026
Bawa Suara Petani, Film Dokumenter Karya Mahasiswa UGM Tembus Semifinal Inspiring Asia

Bantu Mahasiswa UTS, Fapet UGM Bagikan 2.577 Butir Telur Rebus Gratis

  • October 5, 2026
Bantu Mahasiswa UTS,  Fapet UGM Bagikan 2.577 Butir Telur Rebus Gratis