
HASIL survei terkait biaya hidup mahasiswa di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tahun 2024 sebesar Rp2.996.514 per bulan. Jumlah itu lebih tinggi 2% dibandingan hasil survey uang sama pada 2020.
Hal itu diungkapkan oleh Ketua Pusat Studi Ekonomi Keuangan dan Industri Digital (PSEKUIN) UPN Veteran Yogyakarta, Ardito Bhinadi, Kamis (8/8).
“Pada tahun 2024, Survei Biaya Hidup Mahasiswa dilakukan kepada 2.000 mahasiswa di DIY,” kata Ardito.
Di depan peserta Jogja Economic Forum (JEF) 2024, ia mengungkapkan survei ini untuk menangkap gambaran terkini perilaku dan besaran biaya hidup serta pendidikan di kalangan mahasiswa tinggal di DIY.
Menurut data BPS tahun 2022 ada 109 PTN/PTS sehingga menjadikan DIY dikenal sebagai kota pelajar.
Dari survey itu terungkap mahasiswa menggunakan teknologi informasi meningkat pesat seiring dengan akseptasi digital semakin masif.
Survey tersebut menginformasi kontribusi sektor pendidikan sebesar 8,23% terhadap perekonomian DIY.
Menurutnya hal itu mengindikasikan adanya multiplier effect yang kuat dalam perekonomian.
Dengan besarnya dampak dan kontribusi mahasiswa dan perguruan tinggi dalam mendorong perekonomian.
Hal itu diharapkan dapat tercipta sinergi dan kolaborasi antarlembaga untuk mengoptimalkan pemberdayaan mahasiswa melalui program pengabdian masyarakat.
Ia menyebutkan, Bank Indonesia melalui komunitas penerima beasiswa Generasi Baru Indonesia (GenBI) diharapkan terus berperan aktif mendukung pengembangan hardskill dan softskill generasi muda.
Terutama membentuk generasi muda sebagai frontliners, dan agent of change sehingga tercipta calon pemimpin masa depan (future leader) yang berkualitas.
Dalam pertemuan Jogja Economic Forum (JEF) 2024, juga mengemuka pertumbuhan ekonomi dan pengendalian inflasi merupakan dua pilar utama dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah. (AGT/S-01)







