
STASIUN Klimatologi BMKG Yogyakarta menyebutkan dalam 10 hari terakhir ini wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dilanda suhu udara dingin.
Suhu dingin yang melanda DIY itu pada kisaran 19 derajat Celsius hingga 23 derajat Celsius.
Kondisi itu akan berlangsung terus hingga puncaknya 5 Agustus mendatang yang suhunya bisa mencapai 17 derajat Celsius.
Penyebab terjadinya suhu dingin di wilayah DIY antara lain adanya pergerakan massa udara dari Australia yang membawa massa suhu dingin dan kering ke arah Asia.
Massa udara dingin ini melintas wilayah Indonesia yang dikenal dengan sebutan Monsoon Dingin Australia.
Hal lainnya adalah adanya tutupan awan relatif sedikit menyebabkan pantulan panas dari matahari ke bumi tidak terhalangi oleh awan tetapi langsung terlepas dan hilang ke angkasa.
Di sisi lain, kandungan air di tanah yang makin menipis, kandungan uap air di udara juga tipis. Ini dibuktikan dengan rendahnya kelembaban udara.
Stasiun Klimatologi mencatat kelembaban udara ini pada kisaran 47% hingga 51%.
Menghadapi kondisi ini, masyarakat diminta menjaga kesehatan khususnya dengan mencukupi kebutuhan cairan agar tidak terkena dehidrasi. Serta makan dan minum dengan makanan dan minuman yang hangat.
Guna mencegah kulit kering, masyarakat diminta menggunakan pelembab kulit. (AGT/S-01)







