
POLRESTA Sleman resmi memulai pelaksanaan Operasi Patuh Progo 2026 yang ditandai dengan Apel Gelar Pasukan di halaman Polresta Sleman pada Senin di halaman Mapolresta Sleman di Jalan Jogja-Magelang.
Apel gelar pasukan itu dipimpin langsung olek Kapolresta Sleman AKBP Dhimas Prasetyo, sebagai bentuk kesiapan personel berikut kelengkapan sarana dan prasarana pendukung, sehingga kegiatan operasi dapat berjalan secara optimal dan mencapai sasaran yang telah ditetapkan.
Dalam arahannya, Kapolresta Sleman, AKBP Dhimas Prasetyo, memaparkan data analisis dan evaluasi (anev) dari Ditlantas Polda DIY. “Tercatat angka kecelakaan lalu lintas mengalami kenaikan, di mana pada tahun 2024 terjadi 7.176 kejadian dan meningkat menjadi 7.180 kejadian pada tahun 2025 atau naik 4 kejadian atau 0,1%,” katanya.
Kapolresta menegaskan bahwa kasus kecelakaan lalu lintas pada umumnya selalu diawali oleh adanya pelanggaran lalu lintas. Berdasarkan data tahun 2025, tercatat sebanyak 25.497 pelanggaran di jalan raya, dengan rincian 13.069 penindakan tilang dan 12.428 teguran.
Pengendara roda dua

Pelanggaran tersebut didominasi oleh pengendara roda dua, meliputi tidak memakai helm standar, kendaraan tanpa TNKB (plat nomor), melawan arus, hingga penggunaan knalpot blombongan.
Operasi Patuh Progo 2026 dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia selama 14 hari, terhitung mulai tanggal 26 Oktober hingga 8 November 2026, mengusung tema “Polisi bersama masyarakat mewujudkan lalu lintas yang tertib, aman dan berkeselamatan”.
Secara keseluruhan di wilayah hukum Polda DIY dan jajaran, operasi ini melibatkan sebanyak 980 personel dengan dukungan instansi terkait.
Dalam pelaksanaannya, pola penindakan difokuskan pada:
• Kegiatan Preemtif: 20%
• Kegiatan Preventif: 30%
• Penegakan Hukum (Gakkum): 50% (terdiri dari 60% ETLE/elektronik, 10% tilang manual khusus pelanggaran melawan arus, dan 30% teguran simpatik).
Tingkatkan kepatuhan masyarakat
Guna memastikan kelancaran dan efektivitas operasi, Kapolresta Sleman memberikan empat penekanan utama untuk dipedomani seluruh personel, antara lain niatkan setiap pelaksanaan tugas sebagai ibadah kepada Tuhan Yang Maha Esa serta senantiasa menjaga kesehatan, perencanaan dan evaluasi matang, jaga Citra Polri, serta hindari tutur kata maupun tindakan yang dapat merusak citra Polri di mata masyarakat.
“Melalui Operasi Patuh Progo 2026 ini, Polresta Sleman berharap kesadaran dan kepatuhan masyarakat Sleman dalam berkendara dapat meningkat, sehingga tingkat kecelakaan lalu lintas di jalan raya dapat ditekan secara signifikan,” katanya. (AGT/A-01)







