
UNIVERSITAS Islam Indonesia menyabet penghargaan Best Airmanship and Safety dalam Kontes Robot Terbang Indonesia (KRTI) 2026 yang digelar ada 21-25 Setember lalu di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Penghargaan tersebut diraih pada debut tim di tingkat nasional setelah melalui serangkaian riset, pengujian pesawat, dan perbaikan mekanisme peluncuran.
Kegiatan itu diselenggarakan Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi bekerja sama dengan Otorita IKN dan Institut Teknologi Kalimantan (ITK).
Dalam kontes tersebut UII melalui Tim Abimanyu mengikuti dua divisi, yakni Fixed Wing dan Racing Plane. Melalui seleksi yang cukup ketat, tim Abimanyu akhirnya berhasil meraih tiket untuk berlaga di tingkat nasional. Capaian ini menjadi tonggak penting bagi tim yang baru terbentuk ada akhir 2024 di bawah UNISI Robotic.
Tidak mulus
Dosen Teknik Elektro FTI UII, Sisdarmanto Adinandra, Ph.D selaku dosen pembimbing mengatakan perjalanan tim memang tidak terlalu mulus. Pada KRTI 2025 Tim Abimanyu gagal bertanding karena pesawat yang dipersiapkan untuk maju di divisi fixed wing mengalami kecelakaan saat latihan sebelum seleksi wilayah.
Namun kegagalan ini justru mendorong tim melakukan persiapan lebih baik dan smakin intensif mulai April 2026, yang dimulai dari riset desain pesawat, pemilihan komponen elektronik, hingga pengujian mekanisme peluncuran.
“Upaya ini dilakukan di tengah keterbatasan fasilitas pada masa awal pembentukan tim,” katanya.
Dikatakan ada lomba tahun ini tim juga menghadapi hal yang cukup berat. Hal itu saat uji terbang, juri menilai mekanisme launcher atau alat peluncur pesawat belum memenuhi aspek keselamatan. Namum tim kemudian berhasil memperbaiki mekanisme tersebut sepanjang malam.
“Bahkan, pada pukul 07.00 sebelum perlombaan, anggota tim masih melakukan pengelasan untuk menyempurnakan sistem peluncuran,” kata Latifah Citra dan Tim Abimanyu UII yang merupakan mahasiswa Prodi Teknik Elektro FTI UII.
Ekosistem riset dan kompetisi
Melalui kerja keras tim mekanisme peluncur diperbaiki sesuai dengan arahan juri dan berhasil menerbangkan pesawat saat perlombaan hingga mendapat apresiasi juri.
“Pengalaman tersebut menjadi bagian penting dari penghargaan Best Airmanship and Safety yang diraih tim pada divisi Racing Plane,” katanya.
Tim Abimanyu berharap pencapaian ini mendorong lebih banyak mahasiswa UII terlibat dalam ekosistem riset dan kompetisi. Mereka menargetkan prestasi yang lebih tinggi pada KRTI berikutnya serta kesempatan berkompetisi di tingkat internasional. (AGT/M-01)






