
KANTOR Perwakilan Bank Indonesia Tasikmalaya memfasilitasi keikutsertaan delapan UMKM binaan dalam Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026 sebagai upaya memperluas akses pasar, menjajaki kemitraan usaha, dan meningkatkan daya saing produk unggulan Priangan Timur.
Partisipasi itu diperkuat dengan keberhasilan dua UMKM binaan, Kalisha dan Bina Bordir, lolos kurasi Industri Kreatif Syariah Indonesia (IKRA) 2026. Capaian itu menunjukkan peluang produk lokal untuk berkembang dalam ekosistem industri halal nasional.
Forum itu mempertemukan lebih dari 1.000 pelaku industri halal melalui lebih dari 100 kegiatan, termasuk pameran, forum bisnis, dan penjajakan kerja sama.
Bagi Priangan Timur, ISEF menjadi sarana menghubungkan pengembangan kapasitas usaha di daerah dengan jejaring pasar, pembiayaan, dan mitra bisnis yang lebih luas.
Industri halal

Peluang tersebut didukung perkembangan industri halal nasional. Indonesia berada pada peringkat keempat dunia dalam laporan State of the Global Islamic Economy (SGIE) 2025/2026 dan menempati peringkat pertama pada sektor modest fashion.
Di dalam negeri, rantai nilai halal tumbuh 5,5% (yoy) pada triwulan II 2026, sementara belanja masyarakat muslim global diproyeksikan mencapai USD3,56 triliun pada 2029.
Kondisi ini membuka ruang bagi UMKM Priangan Timur, khususnya produk bordir, fesyen muslim, dan makanan halal, untuk meningkatkan kualitas dan daya saing agar mampu memanfaatkan peluang pasar.
Keikutsertaan sejumlah diarahkan untuk memperkenalkan produk, memperoleh masukan pasar, membangun jejaring pembeli, dan menjajaki kerja sama usaha. Realisasi transaksi maupun kemitraan hasil ISEF akan menjadi aspek penting dalam evaluasi tindak lanjut kegiatan.
42 UMKM

Penguatan akses pasar telah dirintis melalui rangkaian Road to FESyar 2026 di Priangan Timur. Marhaban Festival di Kota Banjar pada 12–14 Februari 2026 melibatkan 42 UMKM dengan omzet Rp129 juta.
Selanjutnya, JAZIRAH (Jalinan Sinergi Ekonomi Syariah) Priangan Timur di Kabupaten Ciamis pada 5–7 Juni 2026 melibatkan 79 UMKM, mencatat omzet Rp1,6 miliar, dan menghasilkan kesepakatan pembiayaan Rp1,7 miliar.
Capaian tersebut mencerminkan hasil langsung kegiatan promosi dan fasilitasi pembiayaan, sekaligus menjadi dasar untuk memperkuat keberlanjutan hubungan usaha setelah kegiatan berakhir.
Dari sisi penguatan industri halal, Bank Indonesia Tasikmalaya bersama pemerintah daerah dan mitra strategis memfasilitasi sertifikasi halal bagi sekitar 55 UMKM serta mendukung pengembangan Zona Kuliner Halal, Aman, dan Sehat
Pemberdayaan pesantren
Peran pesantren menjadi bagian penting dalam pengembangan ekonomi syariah Priangan Timur. Sebanyak 14 pesantren mitra Bank Indonesia Tasikmalaya lolos kurasi program Air Berkah Indonesia, dengan empat pesantren di antaranya masuk program prioritas 2026.
Pengembangan usaha produktif ini diharapkan dapat memperkuat kemandirian ekonomi pesantren dan membuka kesempatan pemberdayaan bagi santri maupun masyarakat sekitar. (RO/Yy/N-01)






