
PEMERINTAH Kabupaten Garut menggelar Doa Bersama (Istighosah) Serentak sebagai respons atas berbagai musibah yang terjadi di tingkat daerah, nasional, hingga internasional. Kegiatan tersebut dipimpin Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, di Masjid At-Tauhid, Rabu (14/10/2026).
Istighosah dilaksanakan secara serentak di berbagai wilayah Kabupaten Garut dengan melibatkan kantor pemerintahan, sekolah, madrasah, pondok pesantren, hingga majelis taklim di tingkat kecamatan dan desa.
Dalam sambutannya, Bupati Garut menyampaikan bahwa zikir dan doa bersama digelar sebagai bentuk ikhtiar spiritual dalam menyikapi berbagai dinamika dan musibah yang terjadi.
Bupati Garut juga menyoroti dinamika global, termasuk konflik bersenjata yang berdampak terhadap perekonomian dunia, seperti potensi kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) dan kenaikan harga komoditas utama.
“Kita semua tau bahwa di dunia ini sedang mengalami dinamika yang sangat cepat. Bahkan di beberapa negara ada hal yang tidak terduga, ada beberapa musibah-musibah yang terjadi di sekitar kita baik di tempat kita bahkan juga di Indonesia, bahkan juga dunia,” lanjutnya.
Lakukan intropeksi

Di tingkat nasional dan daerah, Syakur menyampaikan keprihatinannya terhadap berbagai musibah, mulai dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla), kebakaran pasar tradisional di sejumlah lokasi, hingga kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Pasir Bajing yang sempat mengganggu aktivitas masyarakat Garut.
Melalui Istighosah Serentak ini, Pemkab Garut mengajak masyarakat untuk mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa, melakukan introspeksi diri, serta meningkatkan kewaspadaan dan kepedulian terhadap sesama dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan. (RO/YY/N-01)






