
ANGGOTA Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat melakukan pengawasan terhadap penyelenggaraan pemerintah daerah Tahun 2026.
Kegiatan dipusatkan di Sekretariat Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Tasikmalaya bersama pengurus Lembaga Seni Qosidah Indonesia (Lasqi).
Anggota DPRD Provinsi Jabar fraksi Partai Golkar Yod Mintaraga mengatakan, pertemuan itu membahas penguatan seni qosidah sebagai bagian dari budaya relig. Dukungan tersebut sebagai bentuk nyata supaya seni qosidah kembali berkembang.
“Qosidah merupakan seni budaya yang memiliki nilai estetika bernafaskan Islam, membawa pesan dakwah melalui syair dan lagu-lagu religi. Keberadaan Lembaga Seni Qosidah Indonesia (Lasqi) pun sangat strategis untuk meningkatkan kualitas seni budaya religi di Kota Tasikmalaya yang dikenal sebagai kota santri,” ujar, Yod Mintaraga, Minggu (23/8/2026).
Struktur kepengurusan
Menurut Yod, mengapresiasi langkah Lasqi sudah berani membentuk struktur kepengurusan hingga tingkat RW untuk memudahkan pembinaan regenerasi dengan jaringan kuat.
Dengan begitu qosidah bisa lebih berdaya saing dan ke depan seni qosidah tidak hanya jadi hiburan religi, tapi punya nilai ekonomi.
“Kami mendukung seni Qosidah produksi film pendek dan gelar parade 1.000 rebana untuk rekor MURI. Ketika ada festival atau lomba, UMKM bisa ikut hidup mulai rebana, kostum hingga kuliner. Kami berkomitmen akan terus mendorong agar seni Qosidah makin tumbuh dan menjangkau lebih luas di tengah derasnya digitalisasi dan hiburan modern,” katanya.
Bentuk sinergi
Sementara itu, Ketua Lasqi Tasikmalaya, Andi Sulanjani mengatakan, dukungan anggota DPRD Provinsi Jabar merupakan bentuk sinergi antara pemerintah terutama dalam merealisasikan program sampai ke tingkat akar rumput.
Harus diakui minat generasi muda sekarang mengalami penurunan terhadap seni qosidah karena derasnya digitalisasi dan hiburan modern.
“Anak-anak sekarang lebih banyak gadget dan kalau kita tidak beradaptasi, qosidah bisa ditinggalkan. Jadi Lasqi mulai masuk ke ranah digital salah satu langkahnya memproduksi film pendek bertema seni qosidah dengan menyasar Gen Z. Selain itu, Lasqi akan menyiapkan agenda di HUT Kota Tasikmalaya dengan memecahkan Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) parade 1.000 rebana,” pungkasnya. (RO/Yy/N-01)








