Sidoarjo Perkuat Sistem TPS 3R untuk Tekan Volume Sampah

PEMERINTAH Kabupaten Sidoarjo terus memperkuat sistem pengelolaan sampah berbasis Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS 3R). Langkah ini diambil guna menekan volume sampah harian yang dibuang ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Griyo Mulyo, Jabon, yang kapasitasnya kian terbatas.

Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Sidoarjo, Arif Mulyono menyatakan, fokus utama pemerintah saat ini adalah mengurangi volume sampah langsung dari sumbernya atau dari hulu sebelum masuk ke TPA. Saat ini, TPA Sidoarjo berluas 13,8 hektare dan sudah menerapkan sistem sanitary landfill, namun kapasitasnya harus tetap dijaga agar tidak cepat penuh.

“Kalau sampah terus masuk tanpa ada pengurangan dari hulu, sebaik apa pun sistem TPA tetap akan menghadapi keterbatasan. Karena itu, TPS 3R menjadi gerbang utama sebelum sampah dibawa ke TPA,” ujar Arif dalam keterangannya, Kamis (11/6).

BACA JUGA  Kadin Sidoarjo Tegaskan Posisi sebagai Mitra Strategis

Optimalisasi pemilahan dan pengolahan

Iring-irinagn truk pengangkut sampah. (Dok/Ist)

Berdasarkan data DLHK Sidoarjo, volume sampah yang masuk ke sistem pengelolaan saat ini mencapai 500 hingga 600 ton per hari. Melalui optimalisasi pemilahan dan pengolahan di TPS 3R, pemerintah menargetkan angka tersebut dapat ditekan secara bertahap menjadi 400 hingga 450 ton per hari.

Hingga saat ini, Sidoarjo memiliki sekitar 210 unit TPS 3R yang tersebar di berbagai wilayah. Namun, hasil pemetaan DLHK menunjukkan mayoritas fasilitas tersebut belum beroperasi secara optimal. Tercatat hanya 22 unit yang dinilai beroperasi dengan baik, 77 unit berkategori sedang, 84 unit dalam kondisi kurang baik, dan 25 unit sisanya berstatus tidak aktif.

Arif mengungkapkan, salah satu kendala utama tidak optimalnya operasional TPS 3R adalah lemahnya tata kelola keuangan di tingkat pengelola. Diantaranya ketidaksesuaian laporan jumlah pelanggan yang memicu tunggakan pembayaran.

BACA JUGA  Polresta Sidoarjo Ringkus Pengedar Sabu 30 Kg Jaringan Asia

“Masalah terbesar sebenarnya bukan pada sampahnya, tetapi pada tata kelola. Jika pengelolaan tidak transparan, masyarakat menjadi enggan berpartisipasi dan akhirnya sistem tidak berjalan,” tegas Arif.

Standar pengelolaan

Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS 3R). (Dok/Ist)

Guna membenahi kondisi tersebut, DLHK Sidoarjo menyiapkan tiga strategi utama. Di antaranya mendorong standar pengelolaan yang transparan, akuntabel, serta pengawasan iuran warga secara terbuka. Selain itu menyediakan sarana prasarana yang memadai dan membuka peluang pemanfaatan lahan kas desa (bukan lahan sawah dilindungi) untuk pengembangan TPS 3R.

Tidak kalah penting adalah meningkatkan keterlibatan warga dan mendorong pengawasan berlapis yang melibatkan pemerintah desa, BPD, hingga tokoh masyarakat.

Untuk mendukung strategi ini, DLHK menyiagakan 18 tenaga pendamping atau fasilitator lapangan. Selain itu, sistem pemantauan terintegrasi akan diterapkan untuk mengevaluasi jumlah sampah masuk, tingkat pemilahan, serta volume residu di tiap TPS.

BACA JUGA  Atasi Masalah Sampah, Pemkot Bandung Terapkan Teknologi Termal

Saat ini, cakupan layanan pengangkutan sampah di Sidoarjo baru menjangkau 44 persen rumah tangga terdaftar. Melalui penguatan ini, Pemkab Sidoarjo menargetkan cakupan layanan meningkat hingga 70 sampai 80 persen ke depannya. Bagi desa yang belum memiliki fasilitas secara mandiri, diarahkan untuk bekerja sama dengan desa tetangga yang telah memiliki TPS 3R aktif. (OTW/M-01)

Related Posts

Wabup Sleman Buka Pra-Temu Nasional ke XV BEM Nusantara 2026

WAKIL Bupati Sleman, Danang Maharsa, secara resmi membuka pra-Temu Nasional XV Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Nusantara 2026 pada Senin (27/7), di Convention Hall UIN Sunan Kalijaga. Pembukaan ditandai dengan pemukulan…

UIN Sunan Kalijaga dan BPIP Perkuat Pendidikan Pancasila Integratif

PENDIDIKAN Pancasila di perguruan tinggi tidak lagi cukup diajarkan sebagai materi hafalan ataupun sekadar mata kuliah wajib. Nilai-nilai Pancasila harus dihidupkan sebagai landasan etik yang membentuk cara berpikir, mengembangkan ilmu…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Hat-trick Mitchell Baker Warnai Pesta Kemenangan Skuat Garuda

  • July 28, 2026
Hat-trick Mitchell Baker Warnai Pesta Kemenangan Skuat Garuda

Wabup Sleman Buka Pra-Temu Nasional ke XV BEM Nusantara 2026

  • July 27, 2026
Wabup Sleman Buka Pra-Temu Nasional ke XV BEM Nusantara 2026

Prof. Amin Abdullah: Pancasila Harus Hadir Sebagai Etika Keilmuan

  • July 27, 2026
Prof. Amin Abdullah: Pancasila Harus Hadir Sebagai Etika Keilmuan

UIN Sunan Kalijaga dan BPIP Perkuat Pendidikan Pancasila Integratif

  • July 27, 2026
UIN Sunan Kalijaga dan BPIP Perkuat Pendidikan Pancasila Integratif

Dukung Pemerintah, Telkomsel Perkuat Kesiapsiagaan Bencana

  • July 27, 2026
Dukung Pemerintah, Telkomsel Perkuat Kesiapsiagaan Bencana

Pemkab Sleman Dukung Ajang Lari Fun RUN 6K Transmigrasi Festival 2026

  • July 27, 2026
Pemkab Sleman Dukung  Ajang Lari Fun RUN 6K Transmigrasi Festival 2026