Kirab Budaya di Cirebon Pukau Masyarakat

KIRAB Budaya Mahkota Binokasih Napaktilas Padjadjaran di Kota Cirebon yang menampilkan kesenian setempat berlangsung meriah. Para perempuan dan pengawal kerajaan dengan kostum Keraton Kasepuhan tampak membawakan tari Bedaya.

Hadir juga sejumlah pria berbadan kekar layaknya binaragawan yang menampilkan kesenian Binaraga Jebor Jatiwangi. Kesenian itu merupakan tradisi tahunan di Kecamatan Jatiwangi, pusat produksi genteng di Jawa Barat. Para pria berbadan kekar tak lain adalah para buruh pabrik genteng tradisional di wilayah tersebut.

Selain berpose, peserta beratraksi membawa tumpukan genteng layaknya pengganti barbel. Biasanya atraksi diselenggarakan untuk memeriahkan perayaan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia setiap Agustus.

Dalam kirab tersebut juga diarak Mahkota Binokasih dari titik awal di Taman Pedati Gede hingga titik akhir di Alun-alun Keraton Kasepuhan.

BACA JUGA  Meteor Jatuh di Langit Kuningan–Cirebon, Fenomena Langka

Ribuan masyarakat antusias menyaksikan perjalan kirab budaya dan atraksi kesenian dan kebudayaan yang ditampilkan di panggung utama Alun-alun Keraton Kasepuhan.

Kekayaan budaya Jabar

Acara Kirab budaya di Cirebon bertema Mahkota Bertahta Cinta. (Dok/Humas jabar)

Menurut Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi kegiatan kirab budaya tidak untuk membangun cerita masa lalu, tetapi membangun jembatan masa lalu dan masa depan.

“Karena banyak di antara kita hari ini berbicara masa depan tetapi tidak mengerti sejarah masa lalu. Banyak orang juga yang hanya cerita masa lalu tidak mau bicara masa depan. Saya mengambil dua-duanya masa lalu adalah histori, masa lalu adalah filosofi, masa lalu adalah ideologi, masa depan adalah tantangan yang harus diwujudkan. Tak ada negara besar yang tidak terikat terhadap masa lalunya,” tegas KDM.

BACA JUGA  Kuasa Hukum Pegi Setiawan Klaim Kliennya Siap Didampingi 64 Pengacara

Kirab juga dilaksanakan untuk menegaskan kembali kekayaan budaya Jabar yang luar biasa. “Bukan hanya cerita dan mimpi adanya Padjadjaran. Karena dibuktikan dengan fakta sejarah melalui Prasasti Batu Tulis dan Mahkota Binokasih yang sampai hari ini masih berdiri kokoh,” tuturnya.

Kirab budaya di Cirebon bertema Mahkota Bertahta Cinta itu juga cukup spesial dengan hadirnya seni budaya dari Jakarta, Kota Tegal dan Kabupaten Brebes. (RO/YY/N-01)

Acara Kirab budaya di Cirebon bertema Mahkota Bertahta Cinta. (Dok/Humas jabar)

 

Dimitry Ramadan

Related Posts

Bupati Sleman Harap Tradisi Wiwitan Tani Tetap Lestari

GAPOKTAN (Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Sinduadi menyelenggarakan tradisi Wiwitan Tani sebagai ungkapan rasa syukur menjelang panen padi di Dusun Pojok, Kalurahan Sinduadi, Kapanewon Mlati, Kamis. Upacara tradisi jelang panen ini…

Cultura Persib di Grey Art Gallery Abadikan Perjalanan Maung Bandung

PERSIB Bandung bersama Grey Art Gallery  menghadirkan Cultura Persib, sebuah pameran budaya yang mengangkat perjalanan, identitas dan warisan yang telah membentuk klub tersebut sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Australia Kubur Impian Skuat Garuda Muda

  • June 12, 2026
Australia Kubur Impian Skuat Garuda Muda

Borneo Resmi Tunjuk Mauro Jeronimo Jadi Suksesor Fabio Lefundes

  • June 11, 2026
Borneo Resmi Tunjuk  Mauro Jeronimo Jadi Suksesor Fabio Lefundes

Bareskrim Sita Pabrik Pemurnian Emas Ilegal di Sidoarjo

  • June 11, 2026
Bareskrim Sita Pabrik Pemurnian Emas Ilegal di Sidoarjo

URC Sleman Tangkap Pencuri Spesialis Kabel BTS

  • June 11, 2026
URC Sleman Tangkap Pencuri Spesialis Kabel BTS

Kalog Angkut 1.658.622 Ton Barang pada Mei

  • June 11, 2026
Kalog Angkut 1.658.622 Ton Barang pada Mei

Faunaland  Mulai Melakukan Proses Revitalisasi Bandung Zoo

  • June 11, 2026
Faunaland  Mulai Melakukan Proses Revitalisasi Bandung Zoo