
GUBERNUR Jawa Barat, Dedi Mulyadi menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh warga Jabar, jika pelayanan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan rakyat.
Hal itu disampaikan KDM pada momentum Salat Idulfitri 1447 Hijriah tingkat Provinsi Jawa Barat (Jabar) di halaman Gedung Sate Bandung, Sabtu (21/3) pagi,
Gubernur menyinggung berbagai persoalan yang masih dirasakan masyarakat, mulai dari infrastruktur, pendidikan, hingga layanan kesehatan.
Jalan rusak

Masih ada jalan rusak di pelosok desa, rumah bocor saat hujan, hingga masyarakat yang kesulitan berobat karena BPJS tidak aktif.
Ia juga menyoroti masih adanya anak-anak yang belum mendapatkan akses pendidikan secara optimal serta warga yang mengalami kesulitan ekonomi di berbagai wilayah Jabar.
“Kondisi tersebut menjadi refleksi bahwa pemerintah belum sepenuhnya hadir secara maksimal. Seharusnya hal-hal seperti itu tidak terjadi jika anggaran dikelola dengan sungguh-sungguh dan kepentingan rakyat menjadi prioritas utama,” paparnya.
Orang nomor satu di Jabar itu, secara tegas mengkritik praktik pengelolaan anggaran yang dinilai belum sepenuhnya berpihak kepada masyarakat.
Efisiensi anggaran
Dedi menyinggung banyaknya pungutan yang masih dibebankan kepada rakyat, mulai dari iuran tingkat RT hingga berbagai kegiatan sosial, di tengah kewajiban pajak yang sudah dibayarkan.
“Pertanyaannya, dengan begitu banyak pungutan, apakah kita sudah lebih sejahtera dari negara lain?” tanyanya.
Lebih lanjut, gubernur menyebut jika sebenarnya kunci perbaikan terletak pada efisiensi dan realokasi anggaran agar lebih fokus pada kebutuhan dasar masyarakat.
Dalam refleksi kepemimpinan, KDM pun menyampaikan filosofi bahwa seorang pemimpin sejati harus selalu hadir untuk rakyat.
Evaluasi dan perbaikan
“Pemimpin tidak bisa tidur ketika masih ada rakyat yang lapar, tidak sekolah atau kesulitan berobat. Saya tegaskan seluruh layanan publik, mulai dari puskesmas, rumah sakit, hingga sekolah, harus terbuka dan responsif tanpa pengecualian,” tuturnya.
Di hadapan ribuan jamaah, KDM berjanji akan terus melakukan evaluasi dan perbaikan, termasuk menekan belanja pemerintah agar lebih efisien dan tepat sasaran.
Ia juga mengapresiasi masyarakat Jabar yang tetap taat membayar pajak meski dalam kondisi ekonomi yang menantang. Kepercayaan masyarakat harus dijawab dengan pelayanan yang maksimal.
Momentum Idulfitri hendaknya menjadi waktu yang tepat untuk refleksi dan memperkuat komitmen menghadirkan pemerintahan yang lebih berpihak kepada rakyat.
Infak dan Sedekah Naik
Sementara itu Wakil Ketua 1 Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jabar, Ijang Faisal menyebutkan perolehan zakat, infak dan sedekah bertepatan dengan Idulfitri mencapai lebih dari Rp1,173 triliun.
Capaian itu berasal dari Badan Amil, Zakat, Infaq, Shadaqah (Bazis) di tingkat 27 kabupaten/kota di Jabar. Perolehan ini naik sebesar 12 persen lebih dibandingkan tahun lalu.
“Naiknya perolehan Bazis menunjukkan peningkatan kesadaran masyarakat dalam memenuhi kewajiban mengeluarkan zakat masih tetap tinggi. Penerimaan zakat, infak dan sedekah ini, akan digunakan untuk pemberdayaan umat berkelanjutan. (zahra/M-01)






