
DALAM menyikapi kondisi di Timur Tengah, Pemerintah Provinsi Jawa Barat berharap masyarakat Jabar yang berada di Timur Tengah dalam kondisi aman di tengah konflik antara Israel-Amerika Serikat dan Iran.
Jika membutuhkan bantuan, masyarakat Jabar bisa menghubungi nomor telepon 082126030038.
“Penyediaan nomor telepon tersebut untuk memastikan keamanan dan keselamatan warga Jabar di Timur Tengah. Semoga kita dalam keadaan sehat, nyaman dan khusyuk berpuasa,” tutur Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Rabu (4/3).
Usaha travel
Sementara itu para pelaku usaha travel umrah menyampaikan harapan
sekaligus kegelisahan di tengah ketegangan dan ketidakpastian suasana di Timur Tengah.
Situasi ini bukan sekadar persoalan teknis perjalanan, melainkan menyangkut hak jemaah dan perlindungan negara terhadap
warganya.
“Harapan yang sangat besar adalah berhentinya perang. Itu tentu harapan
semua orang ya, kecuali para pemimpin yang melakukan perang. Namun di luar harapan agar konflik segera usai, saya menilai pentingnya kehadiran pemerintah dalam situasi seperti ini. Harapan lainnya harus hadirnya pemerintah, karena ini bukan masalah sederhana yang hanya bisa diatasi oleh tour travel semata, tapi juga oleh semua pihak,” ungkap CEO
Khalifah Tour, Rusman Sumana.
Menurut Rustam, dalam berbagai aspek situasi konflik kerap dinyatakan sebagai force majeure. Implikasinya sangat panjang, terutama terhadap tanggung jawab asuransi dan vendor.
Asuransi jemaah
Ia mencontohkan persoalan asuransi jemaah yang seluruhnya telah diasuransikan oleh pihak travel.
“Semua kami asuransikan untuk perjalanan umrah. ini harus hadir pemerintah memediasi antara lembaga kami dengan asuransi atau dengan
pihak-pihak lain seperti hotel. Untuk maskapai, sebagian sudah memberikan sinyal positif terkait refund atau reschedule. Namun soal di-refund ini masih debatable. Sebetulnya kehadiran pemerintah sebaiknya di situ,” paparnya.
Amankan diri dan keluarga
Di sisi lain Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Teheran Iran, telah menerbitkan surat imbauan kepada warga negara Indonesia (WNI) di Iran.
Dalam surat itu tertulis, WNI diminta segera mengambil langkah konkret untuk mengamankan diri serta keluarga.
WNI juga diminta memberikan pembaruan informasi terkait situasi di wilayah masing-masing kepada KBRI di Tehran melalui grup koordinasi yang tersedia. Semua WNI diharapkan mematuhi aturan dan arahan dari otoritas keamanan di wilayah masing-masing. (zahra/N-01)






