
FENOMENA sinkhole atau lubang runtuhan muncul di sejumlah titik di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Sinkhole pertama dilaporkan muncul di pekarangan rumah warga pada 7 Januari 2026 dengan ukuran sekitar 2 x 5 meter dan kedalaman 4 meter.
Beberapa hari kemudian, sekitar 12 kilometer dari lokasi pertama, sinkhole kedua muncul di lahan pertanian terbuka dengan ukuran lebih kecil, yakni sekitar 3 x 4 meter dan kedalaman kurang lebih 3 meter.
Kemunculan lubang runtuhan ini diduga berkaitan dengan kondisi geografis Gunungkidul yang berada di kawasan pegunungan karst. Fenomena serupa sebelumnya juga terjadi di Sumatra Barat setelah dilanda longsor dan banjir bandang.
Guru Besar Teknik Geologi Universitas Gadjah Mada, Prof. Dr. Wahyu Wilopo, menjelaskan sinkhole merupakan fenomena runtuhan permukaan tanah secara vertikal sehingga membentuk lubang dengan kedalaman bervariasi.
Sinkhole disebabkan faktor alam
Menurutnya, runtuhan dapat terjadi akibat adanya rongga di bawah permukaan tanah yang terbentuk melalui proses alami, pelarutan batuan, maupun aktivitas manusia seperti pertambangan. Proses pelarutan batuan akan berlangsung lebih intensif apabila terdapat curah hujan tinggi.
“Sinkhole merupakan proses alami yang dapat dipercepat oleh aktivitas manusia dan faktor alam. Hampir semua fenomena sinkhole yang muncul dipicu oleh curah hujan yang tinggi,” ujar Wahyu, Jumat (20/2).
Ia menambahkan, sekitar 8 persen daratan Indonesia terdiri atas kawasan karst, sehingga potensi runtuhan permukaan tanah berbentuk lubang cukup tinggi, baik akibat faktor alam maupun aktivitas manusia.
Wahyu juga mengungkapkan sejumlah tanda awal terjadinya sinkhole. Pertama, muncul retakan di permukaan tanah atau batuan dengan pola membulat, setengah lingkaran, atau seperempat lingkaran.
Kedua, terjadi penurunan permukaan tanah dibandingkan area sekitarnya, yang biasanya lebih mudah terlihat saat hujan karena air terkumpul di satu titik. Ketiga, muncul lubang-lubang kecil yang dapat membesar.
“Apabila teridentifikasi tanda-tanda tersebut, masyarakat sebaiknya segera melapor kepada pihak berwenang dan tidak mendekati lokasi,” katanya.
Dampak signifikan
Sinkhole dalam skala besar dapat menimbulkan dampak signifikan terhadap lingkungan dan keselamatan manusia, seperti perubahan topografi, hilangnya ekosistem flora dan fauna, pencemaran air tanah, hingga erosi. Selain itu, juga berpotensi memicu relokasi warga terdampak.
Wahyu mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan, terutama saat musim hujan. Ia menyarankan warga melakukan pemantauan lingkungan secara berkala, khususnya setelah hujan lebat, guna mengantisipasi potensi sinkhole maupun bencana hidrometeorologi lainnya.
“Marilah selalu siaga terhadap kondisi lingkungan sekitar, terutama selama musim penghujan,” pungkasnya. (AGT/S-01)






