
UNTUK memakmurkan masjid selama bulan suci Ramadan, Masjid Agung Bandung akan menggelar acara bertajuk “Ramadan Fest” pada 6-15 Maret 2026. Kegiatan ini menghadirkan beragam agenda, mulai dari bazar UMKM, lomba anak, tausiah jelang berbuka, hingga hiburan religi.
Rangkaian acara dipusatkan di kawasan masjid sisi timur Alun-Alun Kota Bandung, yang selama ini menjadi lokasi strategis warga untuk mengisi waktu ngabuburit.
Ketua Nadzir Masjid Agung Bandung, Roedy Winatakusumah, mengatakan Ramadan Fest tidak sekadar menghadirkan pengajian, tetapi dirancang sebagai ruang kebersamaan masyarakat.
“Selain bazar UMKM dengan deretan tenda di pelataran masjid, akan ada tausiah jelang berbuka dan lantunan musik religi yang menemani waktu ngabuburit. Ini menjadi program percontohan bagi masjid-masjid agung lain di sekitar Kota Bandung,” ujarnya, Kamis (19/2).
Ia menegaskan pihaknya membuka peluang kolaborasi dengan masyarakat, pemerintah, maupun swasta dalam menyukseskan kegiatan tersebut.
“Kami membuka pintu selebar-lebarnya untuk kerja sama. Ini momentum kebersamaan sekaligus pemberdayaan ekonomi selama Ramadan,” katanya.
Selain kegiatan keagamaan dan ekonomi, panitia juga menyiapkan atraksi pembersihan menara masjid oleh tim Vertical Rescue. Aksi tersebut akan menjadi bagian dari tontonan ngabuburit yang sarat makna, yakni merawat ikon kota sekaligus menunjukkan keahlian relawan di ketinggian.
Dua menara yang menjadi penanda lanskap Kota Bandung akan dibersihkan sebagai simbol menyambut bulan suci dengan wajah baru.
Selama Ramadan dan periode festival, panitia menargetkan sekitar 50.000 pengunjung hadir meramaikan rangkaian acara. Jika setiap hari 2.000-3.000 warga datang untuk ngabuburit, serambi masjid diharapkan menjadi ruang perjumpaan yang hangat sekaligus khidmat.
Roedy juga menyiapkan arah pengembangan jangka panjang yang dikaitkan dengan momentum kawasan Asia Afrika. Dalam empat tahun ke depan, masjid yang berada di jantung Kota Bandung itu diharapkan dapat ambil bagian dalam peringatan 75 tahun Konferensi Asia Afrika.
“Program menuju 2030 akan dilakukan secara bertahap dan terukur. Salah satunya melalui Ramadan Festival ini,” pungkasnya. (Rava/S-01)







