Operasi Keselamatan Progo 2026 Sukses Tekan Angka Kecelakaan

SAAT memasuki hari ketujuh pelaksanaan Operasi Keselamatan Progo 2026, Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta (Polda DIY) mencatat terjadinya kecenderungan positif dalam pemeliharaan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas).

Data analisa dan evaluasi (Anev) Ditlantas Polda DIY, angka kecelakaan lalu lintas menunjukkan penurunan yang cukup signifikan dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Kabidhumas Polda DIY, Kombes Pol Ihsan menjelaskan pada hari ketujuh operasi, jumlah kejadian kecelakaan lalu lintas menurun sebesar 6%, dari 17 kejadian di 2025 menjadi 16 kejadian di 2026.

Penurunan paling mencolok terlihat pada tingkat fatalitas korban, di mana angka korban meninggal dunia (MD) mencapai 0% atau turun 100% dibandingkan tahun lalu.

BACA JUGA  Polda DIY Ungkap Jaringan Ganja Lintas Daerah

Pendekatan preventif

“Kami bersyukur dan mengapresiasi masyarakat DIY yang mulai menunjukkan peningkatan kesadaran dalam berlalu lintas. Pada hari ketujuh ini, jumlah korban meninggal dunia nihil, turun dari satu korban pada tahun sebelumnya,” ujar Kombes Pol Ihsan dalam keterangannya.

Pada hari ketujuh, tercatat dilakukan 120 tindakan tilang dan 1.198 teguran di seluruh wilayah DIY. Penindakan tilang ini menurun 50% dibandingkan tahun sebelumnya, yang menunjukkan bahwa petugas di lapangan lebih mengedepankan pendekatan preventif dan preemtif.

“Fokus kami bukan pada banyaknya tilang, melainkan pada keselamatan masyarakat. Kami terus mengoptimalkan Satgas Preemtif untuk melakukan penyuluhan di tempat-tempat rawan laka dan pelanggaran, serta melalui berbagai kanal media,” tambah Kombes Pol Ihsan.

BACA JUGA  Commuter Yogyakarta Angkut 117.740 Penumpang saat Nataru

Pelajar dan mahasiswa

Hingga hari ketujuh, kegiatan Dikmas Lantas melalui media sosial telah dilaksanakan sebanyak 140 kali oleh Ditlantas Polda DIY, sementara program Police Goes to Campus dan Police Goes to School juga terus ditingkatkan untuk menyasar kalangan pelajar dan mahasiswa.

Polda DIY mengimbau kepada seluruh pengguna jalan untuk tetap mematuhi peraturan lalu lintas, menggunakan perlengkapan keselamatan yang standar, dan selalu waspada saat berkendara.

Operasi Keselamatan Progo 2026 masih akan terus berlangsung dengan harapan dapat menciptakan ekosistem jalan raya yang aman dan nyaman bagi seluruh warga maupun wisatawan di Yogyakarta. (AGT/N-01)

BACA JUGA  Pertamina Bagikan 12.000 Paket Daging Kurban dalam Rangka Idul Adha

Dimitry Ramadan

Related Posts

Standar Pengerjaan Buruk, Farhan Bekukan Izin Pembangunan BRT

WALI Kota Bandung, Muhammad Farhan membekukan seluruh izin pembangunan proyek Bus Rapid Transit (BRT), setelah menemukan sejumlah persoalan pada kualitas pengerjaan infrastruktur di lapangan. Keputusan tersebut disampaikan seusai meninjau langsung…

Hore, Kendaraan Pribadi Bisa Lewat Gerbang Tol Purwomartani saat Keluar Yogyakarta

KABAR gembira untuk para pemudik. Saat meninggalkan Yogyakarta, baik ke arah Surabaya maupun ke Jakarta, mulai Senin (16/3) ini dapat melalui tol fungsional Purwomartani – Prambanan. Gerbang tol fungsional Purwomartani,…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Standar Pengerjaan Buruk, Farhan Bekukan Izin Pembangunan BRT

  • March 16, 2026
Standar Pengerjaan Buruk, Farhan Bekukan Izin Pembangunan BRT

Hore, Kendaraan Pribadi Bisa Lewat Gerbang Tol Purwomartani saat Keluar Yogyakarta

  • March 16, 2026
Hore, Kendaraan Pribadi Bisa Lewat Gerbang Tol Purwomartani saat Keluar Yogyakarta

Indonesia Kirim Dua Wakil di AVC Men’s Volleyball 2026

  • March 15, 2026
Indonesia Kirim Dua Wakil di AVC Men’s Volleyball 2026

Borneo Redam Persib, Dewa United Tahan Persija

  • March 15, 2026
Borneo Redam Persib, Dewa United Tahan Persija

Pertamina Tambah 9 Juta Tabung LPG di Jateng dan DIY

  • March 15, 2026
Pertamina Tambah 9 Juta Tabung LPG di Jateng dan DIY

Pementasan Jantur Tunjukkan Pembangunan tak Perhatikan Lingkungan

  • March 15, 2026
Pementasan Jantur Tunjukkan Pembangunan tak Perhatikan Lingkungan