Bus MTJ Tambah Halte Baru di ITB Ganesha A dan B

UNTUK mempermudah transportasi dan memberikan keringanan biaya bagi mahasiswa, Institut Teknologi Bandung (ITB) meresmikan penggunaan Halte ITB Ganesha A dan B, dengan menggunakan Bus Metro Jabar Trans (MJT) yang melayani rute Bandung ke Kampus ITB Jatinangor, dengan tarif Rp2000 sekali sejalan.

Rektor ITB Prof. Tatacipta Dirgantara mendukung penataan dan pemindahan Halte ITB Ganesha A dan B. Hal ini merupakan wujud nyata upaya bersama dalam menyediakan transportasi publik yang inklusif, terjangkau dan ramah bagi masyarakat, termasuk sivitas akademika ITB.

Sebelumnya, lokasi Halte A berada di dekat Masjid Salman dan Halte B di seberang Masjid Salman. Apalagi  Pemerintah Provinsi  Jawa Barat per 20 Oktober 2025 telah menambahkan rute pada Koridor 5 (Dipatiukur-Jatinangor) yang melewati Jalan Ganesha.

Kebutuhan sivitas

“Ini memberikan manfaat yang sangat konkret, khususnya bagi mahasiswa kami. Mahasiswa yang sebelumnya beraktivitas di Kampus Jatinangor kini memiliki tambahan opsi transportasi menuju Kampus Ganesha, demikian pula sebaliknya.”

BACA JUGA  The 11Th Global Culture Festival Jadi Ajang Perkenalan Budaya

“Bagi mahasiswa maupun masyarakat yang dilalui Koridor 5, akses menuju kawasan Jalan Ganesha menjadi lebih mudah karena dapat langsung turun di titik yang dekat dengan area kampus,” paparnya.

Menurut Tata sejak awal, ITB melalui tim Direktorat Sarana dan Prasarana dan Prof. Deny Juanda Puradimaja, telah menginisiasi dan mendorong penambahan rute MJT yang melayani kawasan kampus, termasuk penataan dan pemindahan halte.

Inisiatif ini berawal dari kebutuhan sivitas akademika serta komitmen ITB untuk menjadi bagian dari solusi mobilitas perkotaan.

Lewati kajian

“Tim ahli ITB dari berbagai disiplin ilmu, termasuk transportasi dan perencanaan wilayah, secara aktif melakukan koordinasi dan diskusi teknis dengan Dinas Perhubungan.”

BACA JUGA  Inspirasi Mahasiswa FEB Undip Bernama ‘Z’ yang Lulus Cumlaude

“Proses ini mencakup kajian rute, penentuan titik pemberhentian, integrasi dengan arus lalu lintas, serta aspek keselamatan dan kenyamanan pengguna,” terangnya.

Tata menambahkan, transportasi publik yang andal bukan hanya berkaitan dengan kenyamanan, tetapi juga berdampak pada efisiensi waktu, keselamatan, pengurangan kemacetan, serta upaya menurunkan emisi karbon.

“Sebagai institusi pendidikan tinggi, ITB memandang aksesibilitas sebagai bagian penting dari ekosistem pembelajaran. Data internal kami menunjukkan bahwa setiap hari mahasiswa ITB melakukan mobilitas lintas kampus, terutama antara Jatinangor dan Ganesha,” tuturnya.

Pembangunan berkelanjutan

Dalam konteks ini, penambahan rute Koridor 5 merupakan langkah strategis yang sejalan dengan target pembangunan berkelanjutan (SDGs).

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Jabar, Dhani Gumelar, S.T., M.T. menyatakan, dari 1,5 juta penumpang MJT, sebanyak 30 persen merupakan penumpang di koridor 5.

BACA JUGA  Polda DIY Ajak Mahasiswa UGM Bantu Korban Gempa Yogyakarta

Hal tersebut karena jalur tersebut menghubungkan dua kawasan pendidikan tinggi di kawasan cekungan Bandung. Penambahan rute dan halte ini, diharapkan lancar dan meningkatkan kualitas transportasi di Jabar.

“Kami  menambahkan bus di koridor 5, dari 21 menjadi 25 bus dan awalnya 84 perjalanan menjadi 100 perjalanan, dengan waktu tunggu 5-10 menit per haltenya dan mulai beroperasi pukul 04.30-21.10 WIB,” jelasnya.

Pihak MJT pun membuka tarif khusus bagi pelajar, mahasiswa, penyandang disabilitas, dan lansia dengan menggunakan kartu uang elektronik senilai Rp2000 untuk sekali jalan. (zahra/N-01)

Dimitry Ramadan

Related Posts

Tim SAR Temukan Tiga Bodypack Korban Longsor di Hari Keenam

TIM SAR Gabungan masih terus melakukan operasi pencarian dan evakuasi korban atas musibah bencana tanah longsor yang terjadi di Pasirkuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Diungkapkan Direktur Operasi…

Aktivis Perempuan Kecam Pembongkaran Pagar Mutiara Regency

PEMBONGKARAN paksa tembok pagar Perumahan Mutiara Regency Kabupaten Sidoarjo mendapat kecaman dari sejumlah pihak. Di antara pengecam itu adalah aktivis perempuan di Sidoarjo, Nadia Bafaqih. Ia menilai pembongkaran paksa yang…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Tim SAR Temukan Tiga Bodypack Korban Longsor di Hari Keenam

  • January 29, 2026
Tim SAR Temukan Tiga Bodypack Korban Longsor di Hari Keenam

Gilas Garuda Jaya, Samator Jaga Asa ke Final Four Proliga

  • January 29, 2026
Gilas Garuda Jaya, Samator Jaga Asa ke Final Four Proliga

KLH Gandeng ITB Kaji Lanskap Wilayah Longsor Cisarua

  • January 29, 2026
KLH Gandeng  ITB Kaji Lanskap Wilayah Longsor Cisarua

Aktivis Perempuan Kecam Pembongkaran Pagar Mutiara Regency

  • January 29, 2026
Aktivis Perempuan Kecam Pembongkaran Pagar Mutiara Regency

Curi Peralatan Foto, Ibu dan Anak Ditangkap

  • January 29, 2026
Curi Peralatan Foto, Ibu dan Anak Ditangkap

Polisi Tetapkan Pelaku Eksploitasi Anak Jadi Tersangka

  • January 29, 2026
Polisi Tetapkan Pelaku Eksploitasi Anak Jadi Tersangka