
PT Kereta Api Indonesia (Persero) melakukan rekayasa perjalanan sejumlah kereta api akibat banjir yang melanda jalur utara di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, dan merendam jalur rel kereta api.
Vice President Corporate Communication PT KAI, Anne Purba, mengatakan banjir menyebabkan jalur rel terendam air di petak Stasiun Pekalongan–Stasiun Sragi.
“Rel yang terendam berada di petak Stasiun Pekalongan–Stasiun Sragi di Kabupaten Pekalongan,” ujar Anne, Sabtu (17/1).
Anne menegaskan, rekayasa perjalanan dilakukan untuk memastikan perjalanan kereta api tetap aman hingga tujuan.
“Langkah ini diambil demi mengutamakan keselamatan perjalanan kereta api,” katanya.
Di tempat terpisah, Manajer Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, membenarkan adanya sejumlah perjalanan kereta api yang biasanya melintasi jalur utara Pulau Jawa dialihkan melalui jalur selatan dan melintas di wilayah Daop 6 Yogyakarta.
Feni menyebut setidaknya terdapat empat perjalanan kereta api yang dialihkan melintasi wilayah Daop 6. Salah satunya adalah KA 96 Harina, yang perjalanannya dialihkan dari Tegal melalui rute Prupuk–Kroya–Yogyakarta–Solo Balapan–Gundih–Gambringan.
Dalam kondisi normal, KA Harina melayani rute Bandung–Surabaya Pasarturi melalui jalur utara Jawa, yakni Cikampek–Semarang Tawang. Kereta ini merupakan KA kelas campuran eksekutif dan ekonomi premium.
Selain KA Harina, sejumlah perjalanan KA lain melintasi jalur utara yang terdampak rekayasa rute antara lain KA 30F Anjasmoro relasi Jakarta Gambir–Surabaya Pasarturi, KA 92 Jayabaya relasi Jakarta Pasar Senen–Malang, serta KA 197 Kamandaka relasi Semarang–Purwokerto.
PT KAI mengimbau para pelanggan untuk memantau informasi terkini terkait perjalanan kereta api melalui kanal resmi KAI dan tetap mengutamakan keselamatan selama perjalanan. (AGT/S-01)







