
UPAYA pengelolaan limbah berbasis masyarakat terus diperkuat di Kampung Mangut, Kelurahan Bandarharjo, Kecamatan Semarang Utara.
Sentra produksi mangut khas Kota Semarang ini kini dilengkapi Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) komunal untuk memastikan aktivitas UMKM kuliner tetap berjalan tanpa mencemari lingkungan.
IPAL tersebut dibangun Pemerintah Kota Semarang untuk mengantisipasi limbah cair dari aktivitas pengolahan ikan yang dilakukan warga setiap hari. Limbah produksi diolah terlebih dahulu sebelum dialirkan ke saluran lingkungan, sehingga kebersihan dan kesehatan kawasan tetap terjaga.
Kekuatan ekonomi warga
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng menegaskan pentingnya pengelolaan lingkungan sebagai bagian dari pengembangan ekonomi masyarakat.
“Bandarharjo adalah contoh kampung tematik yang berkembang menjadi kekuatan ekonomi warga. Namun pertumbuhan tersebut harus diiringi pengelolaan lingkungan yang baik. IPAL ini memastikan produksi mangut tetap berjalan tanpa mencemari lingkungan,” ujarnya.
Agustina juga mengapresiasi partisipasi aktif masyarakat dalam pengelolaan IPAL secara bersama-sama.
Kesadaran warga

Menurutnya, keberhasilan infrastruktur lingkungan tidak hanya bergantung pada pembangunan fisik, tetapi juga pada kesadaran warga dalam merawat dan memanfaatkannya secara berkelanjutan.
Ke depan, Pemerintah Kota Semarang akan terus mendorong peningkatan kualitas kampung-kampung tematik berbasis UMKM dan kuliner dengan melengkapi fasilitas pendukung seperti sanitasi, pengolahan limbah, dan penataan lingkungan.
Upaya ini sejalan dengan visi mewujudkan Kota Semarang yang sehat, produktif, dan berwawasan lingkungan.
Melalui pengelolaan IPAL Kampung Mangut Bandarharjo, Pemkot Semarang berharap sentra UMKM lainnya dapat meniru langkah serupa demi menjaga kualitas lingkungan sekaligus meningkatkan daya saing produk lokal. (Htm/N-01)







