
OTORITAS Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Tengah bersama Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) Jawa Tengah terus memperkuat sinergi dalam memperluas inklusi keuangan di berbagai segmen masyarakat. Upaya tersebut diwujudkan melalui penyerahan dana pendidikan kepada 166 pelajar penyandang disabilitas.
Penyerahan bantuan dilakukan bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, sebagai bagian dari rangkaian Bulan Inklusi Keuangan Jawa Tengah 2025 yang mengusung tema “JATENG JAWARA – JAwa TENGah JAngkau WARga optimalkan Akses keuangan”. Kegiatan ini juga menjadi momentum menyambut Hari Disabilitas Internasional pada 3 Desember 2025.
Kepala OJK Jateng, Hidayat Prabowo, menegaskan bahwa penyandang disabilitas berhak mendapatkan akses keuangan yang aman, terjangkau, dan berkualitas. Ia mengapresiasi kontribusi seluruh pelaku industri jasa keuangan yang menyalurkan dukungan melalui program CSR.
“Bantuan ini menjadi pengingat bahwa setiap anak, tanpa terkecuali, memiliki hak yang sama untuk belajar, berkembang, dan meraih cita-cita tanpa hambatan ekonomi maupun kondisi fisik,” ujarnya.
Turut hadir Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Tengah Sadimin, Ketua FKIJK Jawa Tengah Ony Suharsono, pimpinan industri jasa keuangan, serta pelajar dari lima Sekolah Luar Biasa beserta orang tua dan guru pendamping.
Sadimin mengapresiasi kolaborasi lintas sektor ini dan mendorong agar program serupa menjadi budaya gotong-royong yang berkelanjutan. “Kolaborasi pemerintah, regulator, dan industri telah menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya.
Ketua FKIJK Jawa Tengah, Ony Suharsono, berharap bantuan ini dapat menambah motivasi para pelajar dalam mempersiapkan masa depan. Ia menegaskan komitmen FKIJK untuk terus mendorong perluasan inklusi keuangan di Jawa Tengah.
Pada kesempatan tersebut, diserahkan dana pendidikan secara simbolis dari masing-masing industri jasa keuangan kepada perwakilan pelajar serta edukasi mengenai manfaat menabung dari OJK Jawa Tengah. Kegiatan ditutup dengan pembukaan rekening oleh tujuh bank untuk menyalurkan dana pendidikan yang dikumpulkan dari 11 perusahaan anggota FKIJK.
Dana Pendidikan untuk 145 Pelajar Kurang Mampu
Selain untuk pelajar disabilitas, OJK Provinsi Jawa Tengah juga menyalurkan dana pendidikan kepada 145 pelajar kurang mampu. Penyerahan berlangsung di Aula B Dinas Pendidikan Kota Semarang, Jumat (5/12), hasil sinergi bersama dengan Dinas Pendidikan Kota Semarang dan FKIJK Jawa Tengah.
Direktur Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, Pelindungan Konsumen, dan Layanan Manajemen Strategis OJK Jateng, Taufik Andriawan, menyampaikan bahwa pendidikan merupakan fondasi utama kemajuan bangsa.
“Dukungan dana pendidikan bukan sekadar bantuan finansial, tetapi investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi yang berdaya dan mandiri,” kata Taufik. Ia juga mengapresiasi peran industri jasa keuangan yang konsisten mendukung siswa melalui program CSR. (Htm/S-01)







