
KEMENTERIAN Sosial Republik Indonesia bergerak cepat merespons erupsi Gunung Semeru yang terjadi pada Rabu (19/11) pukul 16.00 WIB. Erupsi memunculkan kolom abu setinggi sekitar 2.000 meter disertai awan panas yang meluncur hingga 7 kilometer. Abu pekat terpantau mengarah ke utara dan barat laut.
Dengan status Semeru berada pada Level II (Waspada), masyarakat diminta tidak beraktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga radius 8 kilometer dari puncak, serta menghindari area dalam jarak 2,5 kilometer dari kawah. Potensi awan panas, lahar, dan guguran lava masih tinggi, terutama di sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.
Sebanyak 765 jiwa dilaporkan mengungsi ke delapan lokasi aman di Kecamatan Candipuro dan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang. Mereka terdiri dari kelompok dewasa, anak-anak, balita, lansia, ibu hamil, dan bayi. Pendataan lanjutan terkait korban luka maupun korban jiwa masih dilakukan, bersamaan dengan asesmen cepat kebutuhan mendesak di lapangan.
Kemensos bersama BNPB, Dinas Sosial Jawa Timur, Dinsos Lumajang, TNI/Polri, TAGANA, KSB, dan relawan terus mengevakuasi warga, memberikan layanan penyelamatan, serta memastikan kebutuhan dasar terpenuhi. Dapur umum lapangan didirikan di Balai Desa Sumberurip dan Kecamatan Candipuro dengan kapasitas 1.300 porsi per hari, yang dibagikan dua kali sehari kepada seluruh pengungsi.
Berbagai bantuan logistik dikirim dari Gudang Induk Bekasi, meliputi selimut, tenda keluarga, tenda serbaguna, kasur, tenda gulung, family kit, kidware, serta 1.000 paket makanan siap saji dan 480 paket makanan anak. Total bantuan mencapai Rp463,4 juta.
Hingga kini, warga masih bertahan di pengungsian untuk mendapatkan layanan dasar, sementara petugas gabungan terus melakukan pendataan dan penanganan wilayah terdampak.
“Kementerian Sosial memastikan seluruh warga terdampak erupsi Gunung Semeru mendapatkan perlindungan terbaik, tempat yang aman, dan pemenuhan kebutuhan dasar tanpa jeda. Sejak laporan pertama masuk, seluruh kekuatan Kemensos, Tagana, KSB, dapur umum, dan logistik telah kami gerakkan untuk membantu warga,” ujar Mensos Saifullah Yusuf (Gus Ipul).







