
POLDA Jawa Tengah terus mengintensifkan penanganan pascabencana tanah longsor yang terjadi di sejumlah wilayah. Selain membantu proses evakuasi dan distribusi bantuan, Polda Jateng juga menerjunkan tim trauma healing untuk memberikan pendampingan psikologis kepada warga terdampak.
Kabag Psikologi Biro SDM Polda Jateng, AKBP Ahli Rumekso, M.Psi., menjelaskan bahwa pemulihan psikologis menjadi langkah penting untuk mencegah trauma berkepanjangan.
“Tim mendatangi pengungsian, memetakan perilaku warga, mengajak berdialog, bermain bersama anak-anak, hingga memberikan edukasi pengendalian stres,” ujarnya.
Cilacap dan Banjarnegara
Di wilayah Cilacap, tim memberikan layanan psikologis di:MTs Pesantren Pembangunan Desa Cibeunying, RSUD Majenang,Balai Desa Cibeunying.
Tim bekerja sama dengan Kapolresta Cilacap dan Kapolsek Majenang untuk memastikan pendampingan tepat sasaran. Kegiatan meliputi konseling ringan, pemantauan emosi warga, dan dukungan psikologis bagi pasien serta keluarga yang masih menunggu kabar anggota keluarganya.
Upaya serupa juga dilakukan di Aula Kecamatan Pandanarum dan GOR Desa Prigamba. Tim Trauma Healing membuka ruang pemulihan bagi warga untuk mengekspresikan beban batin akibat kehilangan keluarga, kerusakan rumah, atau menunggu kabar orang yang belum ditemukan.
“Kami memastikan tidak ada warga yang mengalami tekanan mental berlebih. Kehadiran kami untuk menguatkan dan membantu memulihkan kondisi psikologis mereka,” ujar salah satu anggota tim.
Penanganan menyeluruh
Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Artanto, menyampaikan apresiasinya kepada seluruh personel yang terlibat.
“Pemulihan pascabencana bukan hanya memperbaiki infrastruktur, tetapi juga memastikan mental dan emosi masyarakat kembali pulih,” ungkapnya, Selasa (18/11).
Polda Jateng menegaskan komitmennya untuk memberikan penanganan menyeluruh bagi warga terdampak bencana. (Htm/N-01)







