
PULUHAN mobil ambulans di Kabupaten Sidoarjo kini dilengkapi perangkat GPS tracker untuk meningkatkan kecepatan layanan fast respons dalam situasi kegawatdaruratan.
Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Sidoarjo, dr. Danang Abdul Ghani, mengatakan tingkat kegawatdaruratan di Sidoarjo cukup tinggi sehingga diperlukan percepatan penanganan.
“Kami membutuhkan fast respon untuk menekan risiko mortalitas dan morbiditas pasien. Kecepatan layanan menjadi kunci, terutama untuk PSC 119,” ujarnya, Senin (17/11).
Dengan pemasangan GPS tracker, posisi setiap ambulans dapat dipantau real time oleh command center PSC 119. Ambulans terdekat dapat segera dikerahkan ke lokasi kejadian. Sistem ini mencakup ambulans mitra Dinkes, 31 puskesmas, serta 22 rumah sakit pemerintah dan swasta.
“Command center bisa lebih cepat menentukan ambulans mana yang segera melakukan evakuasi, baik kecelakaan lalu lintas maupun kondisi darurat medis,” tambah Danang.
Ia juga mengapresiasi dukungan PT Vastel Telematika Integrasi, yang menyediakan 62 perangkat GPS melalui program CSR perusahaan.
Direktur Operasional PT Vastel Telematika Integrasi, Ferdy Tanujaya, menyatakan bahwa pemasangan GPS ini merupakan kontribusi nyata bagi peningkatan layanan kegawatdaruratan di Sidoarjo.
“Kegawatdaruratan menyangkut keselamatan nyawa. Kami ingin turut membantu,” katanya.
GPS dipasang pada ambulans milik RSUD, PSC 119, serta sejumlah puskesmas. Program serupa juga telah diterapkan di Surabaya dan Gresik.
Perangkat GPS diserahkan langsung kepada Plt Kepala Dinkes Sidoarjo, dr. Lakhsmie Herawati Yuwantina, di kantor Dinkes Sidoarjo. Usai serah terima, para operator menerima pelatihan pengoperasian sistem GPS tracking. (OTW/S-01)







