Bupati Probolinggo Sebut Musibah Ponpes Al Khoziny Harus Jadi Bahan Evaluasi

BUPATI Bupati Probolinggo Muhammad Haris mendatangi Ponpes Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, Rabu (8/10). Pasalnya, empat warganya turut menjadi korban dalam insiden tersebut.

Selain ke Ponpes, Bupati juga mengunjungi Syehlendra Haical, salah satu korban asal Probolinggo yang kakinya diamputasi di RSUD Notopuro Sidoarjo.

Rombongan Bupati Probolinggo Muhammad Haris, setibanya di Ponpes Al Khoziny langsung menuju kediaman pengasuh KH Abdul Salam Mujib. Haris datang bersama jajaran Dinas Pendidikan dan Dinas Sosial Kabupaten Probolinggo. Setelah itu mereka melihat lokasi ambruknya musala Ponpes Al Khoziny.

“Kami tadi mengunjungi salah satu warga kami yang diamputasi, namanya Haical dari Probolinggo. Ini sebagai bentuk keprihatinan dan saling menguatkan, karena kejadian seperti ini bisa menimpa siapa saja, di pesantren mana pun,” kata Haris.

BACA JUGA  Tekan Angka Kecelakaan, Polisi Latih Keselamatan Berkendara para Santri

Pemulihan psikologis

Terkait pertemuan dengan pengasuh Ponpes Al Khoziny KH Abdul Salam Mujib, Bupati Probolinggo mengatakan bahwa mereka saling menguatkan. Ambruknya musala Ponpes Al Khoziny, disebutnya sebuah musibah yang tidak diinginkan.

Sementara kondisi Syehlendra Haical pasca amputasi salah satu kakinya, kondisinya stabil. Haical saat ini masih menjalani perawatan di RSUD Notopuro Sidoarjo.

Haris menegaskan bahwa pemulihan psikologis menjadi fokus utama pemerintah daerah sebelum melangkah ke tahapan pendidikan lanjutan bagi korban.

“Kita pastikan dulu psikologis anaknya bagus. Karena situasinya tidak sama lagi setelah amputasi. Kami ingin tahu apa yang dibutuhkan ke depan,” kata Haris.

Dalam insiden tersebut, tercatat ada empat santri asal Probolinggo yang menjadi korban. Tiga di antaranya masih menjalani perawatan, sementara satu harus menjalani amputasi. Meskipun diterpa musibah, Haris menyebut bahwa kepercayaan masyarakat terhadap Ponpes Al-Khoziny tetap tinggi.

BACA JUGA  Presiden Jokowi Minta Ada Evaluasi Pelaksanaan PON

“Sebagian besar orang tua santri juga alumni Ponpes Al-Khoziny. Mereka tetap ingin anak-anaknya mondok di sini karena pendidikan karakter di pesantren ini luar biasa. Bukan hanya soal bangunan, tapi pondasi iman yang dibentuk,” ujar Haris.

Bahan evaluasi

Haris menekankan bahwa musibah ini harus menjadi bahan evaluasi bersama, namun tidak lantas menurunkan semangat untuk mondok atau mengurangi nilai penting pendidikan pesantren.

“Ini musibah. Kita evaluasi agar tak terulang. Tapi jangan lupa, pondasi iman itu yang paling penting. Pesantren masih jadi tempat terbaik untuk membentuk karakter calon pemimpin masa depan,” tegas Haris. (OTW/N-01)

BACA JUGA  PWNU DIY Larang Anggotanya Ikut Unjuk Rasa 1 Desember

Dimitry Ramadan

Related Posts

4 Kecamatan di Sleman Terdampak Cuaca Ekstrem

HUJAN deras yang disertai dengan petir dan kilat serta angin kencang yang terjadi pada hari Rabu siang hingga sore, menyebabkan sejumlah rumah rusak, pohon tumbang dan jaringan listrik putus. Kepala…

Tiga Orang Meninggal Akibat Banjir Lahar Hujan Merapi

BPPTKG (Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi) Yogyakarta membenarkan telah terjadi banjir lahar hujan di Gunung Merapi “Hujan yang terjadi pada Rabu sore dengan intensitas tinggi tersebut memicu banjir…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

4 Kecamatan di Sleman Terdampak Cuaca Ekstrem

  • March 4, 2026
4 Kecamatan di Sleman Terdampak Cuaca Ekstrem

Polisi Ungkap Jaringan Perdagangan Satwa Dilindungi

  • March 4, 2026
Polisi Ungkap Jaringan Perdagangan Satwa Dilindungi

Dukung Kesejahteraan Petani, Titiek Soeharto Tanam Kelapa Genjah

  • March 4, 2026
Dukung Kesejahteraan Petani, Titiek Soeharto Tanam Kelapa Genjah

Tiga Orang Meninggal Akibat Banjir Lahar Hujan Merapi

  • March 4, 2026
Tiga Orang Meninggal Akibat Banjir Lahar Hujan Merapi

UGM dan Polda DIY Sepakat Bentuk Pusat Studi Kepolisian

  • March 4, 2026
UGM dan Polda DIY Sepakat Bentuk Pusat Studi Kepolisian

Masyarakat Diimbau Rencanakan Perjalanan saat Mudik

  • March 4, 2026
Masyarakat Diimbau Rencanakan Perjalanan saat Mudik