Tiga Orang Meninggal Akibat Banjir Lahar Hujan Merapi

BPPTKG (Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi) Yogyakarta membenarkan telah terjadi banjir lahar hujan di Gunung Merapi

“Hujan yang terjadi pada Rabu sore dengan intensitas tinggi tersebut memicu banjir lahar hujan pada pukul 16.30 WIB di sejumlah aliran sungai berhulu di Gunung Merapi, antara lain Sungai Gendol, Sungai Apu, Sungai Trising, Sungai Senowo dan Sungai Pabelan,” kata Kepala BPPPTKG Yogyakarta, Agus Budi Santosa dalam keterangan tertulisnya.

Ia mengatakan terjadi hujan deras dengan intensitas ekstrem yang mengguyur puncak Gunung Merapi mulai pukul 15.00 WIB dengan durasi sekitar 4 jam. “Total curah hujan tercatat mencapai ±144 mm, melampaui ambang batas aman potensi lahar,” katanya.

BACA JUGA  Masyarakat Diimbau Waspadai Cuaca Panas, Petir dan Banjir Hari ini

Sistem pemantauan curah hujan Gunung Merapi, jelasnya secara otomatis mengirimkan informasi kejadian hujan serta peringatan dini bahaya lahar dan awan panas kepada masyarakat dan para penambang mulai pukul 15.15 WIB.

Diminta waspada

Agus menambahkan berdasar informasi yang diterima dan telah dikonfirmasi oleh BPBD Kabupaten Magelang, Jawa Tengah pada Kamis, banjir tersebut menyebabkan tiga orang meninggal dunia, enam orang luka-luka, dua orang hilang dan 15 unit truk hanyut.

Tiga orang yang meninggal dunia adalah Imam Setiawan (21 tahun) asal Semarang, Fuad Hasan (25 tahun) asal Magelang, dan Heru (24 tahun) asal Magelang.

Ketiganya ditemukan dalam operasi SAR yang dilakukan oleh tim gabungan pada hari Kamis di Sungai Senowo dan Sungai Apu.

BACA JUGA  Lima Daerah di Riau Terdampak Banjir

Tidak beraktivitas di sungai

Agus megingatkan masyarakat di sepanjang alur sungai berhulu di Gunung Merapi agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir lahar, terutama saat terjadi hujan intensitas sedang hingga tinggi di kawasan puncak.

“Para penambang dan masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas di dalam alur sungai saat terjadi hujan intensitas tinggi di kawasan Merapi,” ujarnya.

Masyarakat, katanya diharapkan memantau informasi resmi dari Badan Geologi-BPPTKG dan mengikuti arahan petugas di lapangan. (AGT/N-01)

Dimitry Ramadan

Related Posts

Dampak Cuaca Buruk Sejumlah Lokasi di Sleman Longsor

KEPALA Pelaksana BPBD Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta Haris Martapa membenarkan terjadinya longsor di sejumlah lokasi di Sleman setelah terjadi hujan deras yang disertai angin kencang. Ia menyebutkan talud di…

PMI se-DIY Terima Hibah Alat Kesehatan Rp3,3 Miliar

SELURUH Klinik PMI kabupaten/kota se-DIY Selasa (14/04) menerima hibah peralatan medis modern senilai Rp3,3 miliar. Jumlah itu diproyeksikan akan meningkatkan standar fasilitas kesehatan sekaligus mempercepat respons kedaruratan medis di seluruh…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Dampak Cuaca Buruk Sejumlah Lokasi di Sleman Longsor

  • April 14, 2026
Dampak Cuaca Buruk Sejumlah Lokasi di Sleman Longsor

Sering Buka Medsos, Tingkat Literasi Baca Tulis Anak Menurun

  • April 14, 2026
Sering Buka Medsos, Tingkat Literasi Baca Tulis Anak Menurun

PMI se-DIY Terima Hibah Alat Kesehatan Rp3,3 Miliar

  • April 14, 2026
PMI se-DIY Terima Hibah Alat Kesehatan Rp3,3 Miliar

Mendikdasmen Proyeksikan SMANOR Jatim Jadi Role Model

  • April 14, 2026
Mendikdasmen Proyeksikan SMANOR Jatim Jadi Role Model

Saksi Kasus TKD Damarsi Sebut Kades Hadiri Syukuran Pembangunan Kos-kosan 

  • April 14, 2026
Saksi Kasus TKD Damarsi Sebut Kades Hadiri Syukuran Pembangunan Kos-kosan 

Hara Hachi Bu, Prinsip Berhenti Makan Sebelum Kenyang

  • April 14, 2026
Hara Hachi Bu, Prinsip Berhenti Makan Sebelum Kenyang