
PEMERINTAH Provinsi Jawa Barat menegaskan konsistensinya dalam mendukung keberlanjutan program Citarum Harum. Transformasi program ke depan akan lebih diarahkan agar masyarakat menjadi aktor utama.
“Bagi kami, Citarum Harum bukan hanya sekadar proyek, melainkan kebutuhan. Ke depan edukasi kepada masyarakat sangat penting agar tumbuh rasa memiliki. Satgas menjadi penggerak, tetapi titik berat keberhasilan ada pada partisipasi masyarakat,” ungkap Sekretaris Daerah (Sekda) Jabar Herman Suryatman dalam pertemuan dengan Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) DPR RI.
Herman juga menyampaikan, meski anggaran lintas kementerian pasca Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025 mengalami efisiensi, Pemprov Jabar tetap menyiapkan dukungan anggaran sekitar Rp3 miliar untuk menjaga operasional Satgas Citarum Harum.
Penguatan Satgas
Ketua BAM DPR RI Ahmad Heryawan menegaskan, pihaknya siap mendorong penguatan kelembagaan Satgas Citarum Harum. BAM DPR siap menyampaikan berbagai aspirasi dan persoalan yang muncul sebagai masukan ke kementerian maupun lembaga terkait.
“Satgas harus diperkuat kelembagaannya agar mempunyai kewenangan lebih tegas, termasuk akses ke kementerian atau lembaga untuk memikirkan anggaran bersama,” tutur Ahmad Heryawan yang juga mantan Gubernur Jabar dua periode.
Menurut Heryawan, indikator capaian juga harus jelas, terutama kualitas air Citarum yang kini berstatus cemar ringan. Ke depan, kualitasnya harus meningkat ke angka 60 bahkan 70.
Pembangunan TPPAS
Heryawan juga menekankan penyelesaian persoalan sampah, limbah, serta keramba jaring apung di waduk yang melebihi kapasitas.
“Saya mendorong pula pembangunan Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah Regional (TPPAS) Legok Nangka, yang tentunya akan menjadi solusi besar terkait pengelolaan persampahan di wilayah Bandung Raya,” sambungnya.(zahra/N-01)







