
MENTERI Agama Nasaruddin Umar menjenguk jemaah korban robohnya bangunan Majelis Taklim Ashobiyyah di Desa Sukamakmur, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor, Minggu (7/9).
Saat ini, 21 orang korban masih dirawat di RS PMI Bogor dan 38 lainnya di RSUD Kota Bogor. Tiga jemaah meninggal dunia, masing-masing bernama Irni, Wulan, dan Yati, seluruhnya perempuan.
“Saya menyampaikan empati dan doa agar korban yang luka segera pulih. Bagi jemaah yang wafat, semoga husnul khatimah dan mendapat syafaat Rasulullah SAW,” ujar Menag.
Majelis Taklim Ashobiyyah diketahui baru rampung sekitar sebulan lalu. Bangunan dua lantai itu ambruk pada Minggu pagi sekitar pukul 09.30 WIB, ketika digunakan untuk pengajian. Bagian bawah difungsikan sebagai musala, sedangkan lantai atas untuk kegiatan majelis taklim.
Dalam kunjungannya, Menag didampingi Staf Khusus Ismail Cawidu dan Gugun Gumilar, Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Thobib Al Asyhar, serta Kepala Kemenag Kabupaten Bogor Syukri.
Menag juga menyerahkan bantuan senilai Rp100 juta untuk pembangunan musala dan Rp50 juta untuk majelis taklim. “Semoga bisa segera dibangun kembali,” ucapnya.
Selain itu, ia menyebut para korban akan mendapat santunan dari Baznas, sementara biaya perawatan di rumah sakit ditanggung Pemerintah Kabupaten Bogor. (*/S-01)







