
PROGRAM Desa Binaan Imigrasi menjadi inspirasi pada forum internasional The 28th ASEAN Directors-General of Immigration Departments and Heads of Consular Affairs Divisions of the Ministries of Foreign Affairs (DGICM) di Rizqun International Hotel, Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam pada Selasa (12/8) lalu..
Dalam forum itu Indonesia menegaskan perannya dalam memimpin upaya pencegahan penyelundupan manusia di kawasan ASEAN melalui partisipasi aktif.
Plt Direktur Jenderal Imigrasi, Yuldi Yusman melalui keterangannya Rabu (20/8) menjelaskan dalam kesempatan tersebut, Indonesia memaparkan keberhasilannya dalam mengungkap rute penyelundupan manusia, melalui kerja sama antara aparat penegak hukum nasional dan internasional.
“Keberhasilan ini menjadi salah satu best practice, yang diharapkan dapat direplikasi di negara-negara anggota lainnya,” ungkapnya.
Peningkatan keamanan
Menurut Yuldi, selain membahas penanganan penyelundupan manusia, forum ini juga menyoroti pentingnya peningkatan keamanan di Tempat Pemeriksaan Imigrasi utama. Indonesia menawarkan model transformasi strategis melalui pemanfaatan teknologi canggih seperti autogate dan kecerdasan buatan (AI) untuk mempercepat pemeriksaan sekaligus memperkuat pengawasan.
“Usulan kerja sama yang diajukan mencakup Border Crossing Agreement, operasi maritim bersama, sertanprogram pelatihan terpadu bagi petugas keimigrasian,” tuturnya.
Yuldi menambahkan, di forum intelijen keimigrasian, Indonesia memaparkan inisiatif Desa Binaan Imigrasi sebagai langkah preemtif untuk mengedukasi masyarakat sekaligus mencegah praktik penyelundupan manusia dan tindak pidana perdagangan orang.
Bangun sinergi
Langkah itu mendapat perhatian dari peserta forum karena memadukan pendekatan teknologi dengan pemberdayaan masyarakat.
“DGICM merupakan forum strategis untuk membangun sinergi antarnegara dalam menjaga keamanan perbatasan, mencegah kejahatan lintas negara serta meningkatkan kualitas pelayanan keimigrasian,” terangnya.
Yuldi menegaskan, Indonesia mendorong kerja sama yang lebih eratndi kawasan, baik melalui pertukaran informasi, peningkatan kapasitas, maupun pemanfaatan
teknologi mutakhir. Yuldi percaya, dengan kolaborasi yang solid, kawasan Asean dapatnmenjadi lebih aman dan tangguh dalam menghadapi tantangan keimigrasian. (Rava/R-03)







