Hama Monyet Resahkan Petani Palawija

SEJUMLAH  petani di Desa Parbubu Dolok, Kecamatan Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara, mengaku resah akibat serangan hama monyet yang kian intens dalam beberapa pekan terakhir.

Kawanan monyet liar tersebut merusak tanaman jagung dan kacang tanah milik warga sehingga mengakibatkan kerugian dan mengganggu aktivitas pertanian.

Carles Sihombing (45), salah seorang petani setempat, menuturkan bahwa serangan terjadi hampir setiap hari dengan jumlah monyet yang mencapai ratusan ekor.

“Mereka datang bergerombol dan langsung merusak tanaman yang sudah mulai berbuah. Jagung dan kacang tanah dicabut dan dimakan begitu saja,” ujarnya, Rabu (20/8)

Peran Dinas Pertanian

Akibat kondisi tersebut, Carles terpaksa menjaga lahannya sepanjang hari. Hal itu membuatnya terkendala mengerjakan pekerjaan lain di lahan pertaniannya.

BACA JUGA  BPBD Humbahas Tangani Longsor di Desa Parmonangan Pakkat

“Hampir setengah dari kebun jagung saya sudah habis dirusak. Kalau tidak dijaga, bisa habis semua,” ucapnya.

Para petani berharap adanya perhatian serius serta langkah konkret dari Dinas Pertanian Kabupaten Tapanuli Utara. Mereka menilai perlunya solusi jangka panjang agar serangan hama monyet tidak terus berulang dan merugikan petani.

“Harapan kami, pemerintah daerah dapat segera turun tangan dan mencari solusi terbaik agar kegiatan pertanian kami bisa berjalan normal. Kalau tidak segera ditangani, hasil panen kami terancam gagal,” tambah Carles.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas Pertanian Kabupaten Tapanuli Utara belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan para petani tersebut. ( HP/N-01)

BACA JUGA  Kedai Lontong Medan Gratiskan Mahasiswa Terdampak Bencana Sumatera

Dimitry Ramadan

Related Posts

Jelekong Berpeluang Jadi Lokasi PSEL Bandung Raya

KAWASAN Jelekong yang terletak di Kabupaten Bandung berpotensi menjadi salah satu lokasi pengembangan Pembangkit Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di wilayah Bandung Raya. Hal itu menyusul hasil tinjauan awal dari…

Dinkes Temukan 30 Anak Positif Campak di Tasikmalaya

DINAS Kesehatan kota Tasikmalaya menemukan 30 orang positif campak berdasarkan pemeriksaan laboratorium Labkesda Provinsi Jabar. Kasus penyakit tersebut, ditemukan awal Januari hingga Maret dan kini semua pasien sudah sembuh setelah…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Mudik Bersama Hewan Peliharaan Kini Semakin Diminati 

  • March 31, 2026
Mudik Bersama Hewan Peliharaan Kini Semakin Diminati 

Jelekong Berpeluang Jadi Lokasi PSEL Bandung Raya

  • March 31, 2026
Jelekong Berpeluang Jadi Lokasi PSEL Bandung Raya

Lagi, Dua Prajurit TNI Gugur di Lebanon

  • March 31, 2026
Lagi, Dua Prajurit TNI Gugur di Lebanon

Impor Sapi, Domba dan Unta dari Australia Dorong Swasembada Pangan

  • March 30, 2026
Impor Sapi, Domba dan Unta dari Australia Dorong Swasembada Pangan

Penalti Marin Petkov Pupus Impian Indonesia Juarai FIFA Series

  • March 30, 2026
Penalti Marin Petkov Pupus Impian Indonesia Juarai FIFA Series

Satu Personel RI di UNIFIL Gugur, Menlu Sampaikan Duka

  • March 30, 2026
Satu Personel RI di UNIFIL Gugur, Menlu Sampaikan Duka