Kedai Lontong Medan Gratiskan Mahasiswa Terdampak Bencana Sumatera

SEBAGAI bentuk keprihatinan atas bencana yang terjadi di Sumatera, terutama di Aceh, Sumatera Utara (Sumut) dan Sumatera Barat (Sumbar), kedai lontong Medan Ka Zahra, yang berada di Jalan Dipatiukur, Kota Bandung menawarkan makanan secara gratis bagi mahasiswa terdampak bencana.

Pemilik kedai makan yang hanya berjarak tiga menit dari Kampus Universitas Padjadjaran (Unpad) bernama Tagor Lubis itu mengaku mulai memberikan makanan gratis kepada para mahasiswa terdampak bencana itu sejak tiga hari terakhir.

“Sebetulnya itu hanya keperhatianan dan kepedulian. Mungkin hanya itulah yang bisa kita kasih untuk bantu adik-adik mahasiswa dan mahasiswi,” ungkapnya.

Sebuah spanduk hijau berukuran besar yang terpasang di dinding kedai menyampaikan seruan haru: ‘Kepada Adek-adek mahasiswa/i asal Aceh, Sumut, dan Sumbar… jika belum dapat kiriman terkendala keluarga terkena musibah, sementara uang simpanan habis. Silahkan ambil makanan di kedai kami, tetap makan, jangan lapar, tubuhmu butuh energi paling tidak untuk terus memberi do’a.’

BACA JUGA  Penebangan Pinus di Adian Koting Marak, KPH VII Taput Diduga Tutup Mata

Dapat respon besar

Menurut Tagor, ketika keluarga para mahasiswa berjuang menghadapi bencana, kebutuhan kuliah anak di Bandung kerap luput dari perhatian. Beberapa mahasiswa yang datang bahkan masih belum bisa menghubungi keluarganya. “Siapa lagi kalau bukan kita yang membantu mereka,” tuturnya.

Dalam kurun waktu tiga hari, inisiatif ini mendapat animo yang besar, Tagor tidak meminta identitas seperti KTP dari mahassiswa yang datang. “Silahkan datang saja, kita ikhlas, kok. Hari ketiga ternyata responnya cukup besar,” tambahnya.

Berawal dari unggahan di media sosial, inisiatif Tagor menjadi viral. Dirinya terkejut ketika kedainya didatangi oleh donatur yang ikut bersimpati, termasuk seorang ibu dari Komplek Cigadung yang menyumbang uang tunai sebesar Rp2,5 juta. “Saya enggak nyangka,” ucapnya sambil menunjukkan amplop donasi.

BACA JUGA  Bencana di Sumatra Diharap Jadi Momentum Perbaikan Tata Kelola Hutan

Tagor sendiri memiliki sanak saudara di Medan yang terdampak bencana dan sempat terputus komunikasi. Ia berharap musibah ini segera mereda agar mahasiswa perantau bisa fokus kembali menuntut ilmu.

“Anak-anak rantau itu datang ke Bandung dengan satu tujuan menuntut ilmu. Saya berdoa situasi cepat normal kembali, supaya pikiran mereka tak terus bercabang,” katanya. (Zahra/N-01)

Dimitry Ramadan

Related Posts

Sederet Tokoh Bangsa Dapat Penghargaan HPN Awards

SEMANGAT apresiasi terhadap dedikasi dan pengabdian para tokoh bangsa mewarnai malam Penganugerahan HPN Awards 2026 yang digelar Berlian Organizer di Diamond Ballroom, Quest Hotel Simpang Lima Semarang, Jumat (26/6/2026). Sebanyak…

Pencarian Lansia Hilang di Hutan Selorejo belum juga Berhasil

TIM SAR Gabungan belum juga berhasil menemukan lansia yang dilaporkan hilang di kawasan Hutan Selorejo, Kalurahan Sodo, Kapanewon Paliyan, Kabupaten Gunungkidul hingga Jumat (26/6). Kepala Kantor SAR Yogyakarta, Rio Banupanitis,…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Gebuk India, Timnas Voli Indonesia Melenggang ke Final AVC Cup

  • June 28, 2026
Gebuk India, Timnas Voli Indonesia Melenggang ke Final AVC Cup

AS dan Iran Kembali Saling Serang meski Sudah Berdamai

  • June 27, 2026
AS dan Iran Kembali Saling Serang meski Sudah Berdamai

TNI AL Kirim Personel ke Italia untuk Jadi Awak Kapal Induk Garibaldi

  • June 27, 2026
TNI AL Kirim Personel ke Italia untuk Jadi Awak Kapal Induk Garibaldi

Belgia dan Mesir Lolos, Iran Tunggu Antrean, Selandia Baru Nangis di Pojokan

  • June 27, 2026
Belgia dan Mesir Lolos, Iran Tunggu Antrean, Selandia Baru Nangis di Pojokan

Tanjung Verde Cetak Sejarah, Spanyol Bikin Uruguay Merana

  • June 27, 2026
Tanjung Verde Cetak Sejarah, Spanyol Bikin Uruguay Merana

Sederet Tokoh Bangsa Dapat Penghargaan HPN Awards

  • June 27, 2026
Sederet Tokoh Bangsa Dapat Penghargaan HPN Awards