
KERACUNAN makanan dalam program Makan Bergizi Gratis kembali terjadi. Ratusan siswa dari tiga SMP di Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman, diduga mengalami keracunan makanan usai menyantap menu rawon dalam Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) pada Selasa (12/8).
Informasi yang dihimpun, gejala keracunan baru dirasakan sebagian siswa pada Rabu (13/8) pagi. Salah satunya dialami anak Hanafi Hasan, wali murid SMP Muhammadiyah 1 Mlati.
“Anak saya mengeluh mual, mulas, dan pusing sebelum berangkat sekolah. Tapi dia tetap memaksakan diri berangkat,” ujar Hanafi. Ia pun datang ke sekolah dengan mobil ambulans, sekaligus membantu mengevakuasi beberapa siswa lain ke puskesmas.
Bagian Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman, Dedi Aprianto, menyebut hingga pukul 13.00 WIB tercatat sekitar 90 siswa dari SMP Muhammadiyah 3 Mlati dan SMP Pamungkas dirawat di Puskesmas Mlati II. Sebagian besar sudah diperbolehkan pulang, sementara tujuh siswa dirujuk ke RSUD Sleman.
“Patut diduga ini keracunan. Gejalanya mual, diare, dan pusing. Sampel makanan sudah kami ambil untuk pemeriksaan,” kata Dedi.
Kepala Dinas Pendidikan Sleman, Mustadi, mengonfirmasi laporan dugaan keracunan MBG berasal dari tiga sekolah di Mlati. Ia juga telah bertemu dengan perwakilan penyedia MBG di wilayah tersebut, yakni perusahaan berinisial JP.
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Sleman, Khamidah Yuliati, mencatat total sementara 178 siswa terdampak. Rinciannya: SMP Pamungkas 90 siswa, SMP Muhammadiyah 3 Mlati 58 siswa, dan SMP Muhammadiyah 1 Mlati 30 siswa. (AGT/S-01)







