
LIMA orang dilaporkan meninggal dunia dalam peristiwa terbakarnya KM Barcelona V di perairan Pulau Talise, Sulawesi Utara, Minggu (20/7).
Satu di antara korban jiwa adalah ibu hamil. Tiga orang meninggal berhasil diidentifikasi.
Kepala Zona Bakamla Tengah, Laksma Bakamla Teguh Prasetya dalam keterangan tertulis, Minggu (20/7) menjelaskan tiga korban jiwa yang sudah diidentifikasi adalah Hugu Majuntu, Betrivia Malimbulun ibu hamil dengan usia kandungan 37-38 minggu, dan Daniel Lena. Sedangkan dua korban lainnya belum diidentifikasi.
“Lima orang dilaporkan meninggal dunia, dua di antaranya belum teridentifikasi,” kata Kepala Zona Bakamla Tengah, Laksma Bakamla Teguh Prasetya.
Penumpang yang selamat dan meninggal dunia telah dievakuasi ke rumah sakit di Manado. Adapun bangkai kapal belum bisa diangkat dari dasar laut.
Adapun kronologi kebakaran KM Barcelona V berawal kapal berangkat dari Pelabuhan Melonguane (Talaud) dalam kondisi cuaca sempat menantang.
Setelah berlabuh di Lirung untuk menunggu cuaca membaik, kapal melanjutkan perjalanan malam hari dengan total kru dan penumpang sekitar 280–284 orang.
Sekitar pukul 14.00 WITA, saat melewati perairan Pulau Talise (koordinat ~01°48.510’N / 125°00.701’E), muncul kobaran api dan asap tebal dari buritan atau dek mesin atas kapal.
Api diduga berasal dari kamar 33 di dek atas kapal dan cepat menjalar ke bagian buritan
Api menyebar cepat, menyebabkan kepanikan massal. Penumpang berusaha mengenakan pelampung dan banyak yang terjun ke laut dengan harapan selamat.
Tim SAR gabungan, TNI AL, Bakamla, kapal nelaan dan KSOP Manado & Bitung berhasil mengevakuasi para penyintas ke Pulau Gangga II dan Pelabuhan Likupang. (*/S-01)







