
HARI pertama Operasi Patuh 2025, Satlantas Polresta Sidoarjo berhasil menjaring banyak pelanggar lalu-lintas, Senin (14/7).
Seperti saat razia selama satu jam depan Mapolresta Sidoarjo, petugas berhasil menjaring puluhan pemotor tidak memakai helm.
Pada Senin (14/7) hingga 14 hari ke depan, Operasi Patuh 2025 dilakukan serentak di Jawa Timur. Di Kabupaten Sidoarjo ada 245 petugas disebar, terutama di titik-titik yang rawan pelanggaran lalu-lintas.
Saat razia kendaraan, masih ditemukan banyak pelanggaran. Bahkan saat operasi patuh sekitar satu jam, di depan Mapolresta Sidoarjo, petugas berhasil menjaring puluhan pemotor tanpa helm.
Beruntung saat operasi patuh hari pertama tersebut, petugas tidak memberi surat tilang pada pelanggar.
Para pengendara motor yang kedapatan tidak memakai helm hanya diberi teguran, dan bahkan mendapat helm baru gratis dari petugas.
Sambil memberi helm, petugas mengingatkan mereka agar tidak melakukan pelanggaran lagi. Karena petugas akan memberikan sanksi berupa surat tilang, apabila melakukan pelanggaran lalu-lintas lagi.
“Meskipun humanis kita tetap melakukan penindakan lewat ETLE (Electronic Traffic Law Enforcement) statis dan ETLE mobile,” kata Jodi.
Selama Operasi Patuh 2025, petugas akan menyasar 8 pelanggaran lalu-lintas.
Di antaranya pengendara motor tanpa helm standar, melawan arus, menggunakan ponsel saat berkendara, dan tidak mengenakan sabuk pengaman.
Operasi Patuh digelar serentak oleh Polri di seluruh Indonesia dengan mengutamakan tertib berlalu lintas dan keselamatan di jalan raya.(OTW/S-01)







