Banjir Terjang di Kota Mataram, 30 Ribu Warga Terdampak

SEDIKITNYA 30.681 warga atau 7.676 kepala keluarga terdampak banjir bandang yang melanda 22 kelurahan di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Minggu (6/7). Banjir terjadi akibat hujan deras berdurasi panjang sejak pukul 14.00 Wita, yang menyebabkan sejumlah sungai meluap.

Enam kecamatan terdampak banjir meliputi Sandubaya, Mataram, Cakranegara, Sekarbela, Selaparang, dan Ampenan. Kepala BPBD NTB, Ahmadi, menyampaikan bahwa hingga kini tercatat 15 warga mengalami luka-luka, sementara data korban meninggal atau hilang masih dalam pendataan.

Hari ini, BPBD NTB melanjutkan proses pembersihan di hari kedua pascabanjir. Hujan dengan intensitas tinggi sebelumnya telah merendam permukiman, jalan utama, fasilitas umum, layanan kesehatan, sekolah, dan sejumlah infrastruktur lainnya.

BACA JUGA  Banjir di Kabupaten Sukabumi, Kemensos Salurkan Bantuan

22 Kelurahan di Kota Mataram terdampak

Sebagai langkah tanggap darurat, BPBD NTB mengerahkan Tim Reaksi Cepat (TRC), Tim Logistik dan Kedaruratan, serta Tim Pemadam Kebakaran. Tim gabungan fokus membersihkan lumpur, sampah, dan material bawaan banjir yang mengganggu aktivitas warga.

Pembersihan dilakukan secara intensif di kawasan terdampak, termasuk lingkungan permukiman, fasilitas pendidikan, ruang publik, serta area perkantoran. TRC juga telah mendirikan tenda darurat di halaman Kantor Gubernur NTB untuk mendukung operasional penanganan bencana.

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mengungkapkan, terdapat tiga faktor utama penyebab banjir besar yang melanda Kota Mataram, yaitu pendangkalan sungai, penumpukan sampah, dan rendahnya posisi jembatan di sepanjang aliran sungai.

BACA JUGA  Sudah 18 Korban Jiwa Banjir Bandang di Ternate Ditemukan

“Banyak sungai mengalami endapan tinggi, ditambah sampah yang terbawa aliran air dan jembatan yang terlalu rendah. Ini menyebabkan aliran sungai meluap hingga ke rumah dan perkantoran warga,” jelas Gubernur Lalu.

Pemerintah Provinsi NTB terus melakukan evaluasi dan koordinasi dengan instansi terkait untuk percepatan penanganan bencana dan langkah jangka panjang guna mencegah banjir serupa terulang. (*/S-01)

Siswantini Suryandari

Related Posts

Pencarian Lansia Hilang di Hutan Selorejo belum juga Berhasil

TIM SAR Gabungan belum juga berhasil menemukan lansia yang dilaporkan hilang di kawasan Hutan Selorejo, Kalurahan Sodo, Kapanewon Paliyan, Kabupaten Gunungkidul hingga Jumat (26/6). Kepala Kantor SAR Yogyakarta, Rio Banupanitis,…

Lantik 23 Pejabat, Bupati Taput Ingatkan Soal Tanggung Jawab

BUPATI Tapanuli Utara, Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, S.Si., M.Si., melantik 23 pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara (Jumat, 26/6//2026). Pelantikan dilaksanakan saat kunjungan kerja di Lapangan Sepakbola Desa…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Belgia dan Mesir Lolos, Iran Tunggu Antrean, Selandia Baru Nangis di Pojokan

  • June 27, 2026
Belgia dan Mesir Lolos, Iran Tunggu Antrean, Selandia Baru Nangis di Pojokan

Tanjung Verde Cetak Sejarah, Spanyol Bikin Uruguay Merana

  • June 27, 2026
Tanjung Verde Cetak Sejarah, Spanyol Bikin Uruguay Merana

Sederet Tokoh Bangsa Dapat Penghargaan HPN Awards

  • June 27, 2026
Sederet Tokoh Bangsa Dapat Penghargaan HPN Awards

Hat-trick Dembele Bawa Prancis Benamkan Norwegia, Senegal Menjaga Asa

  • June 27, 2026
Hat-trick Dembele Bawa Prancis Benamkan Norwegia, Senegal Menjaga Asa

Korban Meninggal akibat Gempa di Venezuela Capai 589 Orang

  • June 26, 2026
Korban Meninggal akibat Gempa di Venezuela Capai 589 Orang

Gebuk Oman, Indonesia Lolos ke Semifinal AVC Cup 2026

  • June 26, 2026
Gebuk Oman, Indonesia Lolos ke Semifinal AVC Cup 2026