39 Saksi Nomor Urut 3 Tolak Hasil Rekapitulasi PSU

KOMISI Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tasikmalaya, melaksanakan rapat pleno terbuka rekapitulasi hasil pemungutan suara ulang di tingkat kecamatan, Senin (21/4/25).

Pelaksanaan serentak dilakukan di 39 Kecamatan. Namun para saksi nomor urut 3, yaitu pasangan Ai Diantani/Iip Miptahul Paoz  menolak tandatangan berita acara dan memilih walk out.

Juru bicara tim gabungan partai koalisi pemenangan Ai-Iip, Aep Syaripudin mengatakan, pihaknya mengintruksikan kepada semua saksi untuk tidak menandatangani berita acara pleno karena, banyak terjadi pelanggaran.

Surat suara

Salah satunya surat suara yang digunakan masih dengan kata kalimat Pilkada Kabupaten Tasikmalaya tidak ditulis pemungutan suara ulang dan ada indikasi lain politik uang secara masiv.

BACA JUGA  Daftar ke KPU Karawang, Paslon Aep-Maslani Bidik 60% Suara

“PSU dinilai barbar dan adanya indikasi berdasarkan temuan maupun laporan dari tim pemenangan di tingkat kecamatan ada pelanggaran termasuk lembar surat suara yang digunakan tidak sesuai kalimat yakni pemungutan suara ulang (PSU), ” ujarnya.

“Karena, pada debat publik tertulis pemungutan suara ulang pemilihan bupati-Wakil Bupati Tasikmalaya pasca putusan Mahkamah Konstitusi, tapi PSU surat suara tertulis pemilih Bupati-Wakil Bupati Tasikmalaya” lanjutnya.

Hak demokrasi

Sementara itu, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tasikmalaya, Ami Imran Tamami mengatakan, saksi paslon nomer urut 03 yang tidak menandatangani hasil pleno rekapitulasi suara merupakan hak berdemokrasi. Akan tetapi, selama ini akan tetap memasukan kejadian di dalam berita acara.

BACA JUGA  Polda Jateng Berkomitmen Amankan Pencetakan Surat Suara

“Silahkan haknya tim Paslon nomer urut 03, nandatangani atau tidak juga yang jelas akan kami tuangkan dalam berita acara nanti. Namun, untuk rapat pleno terbuka rekapitulasi hasil pemungutan suara ulang di tingkat Kecamatan memang saksi nomer urut 03 berdasarkan informasi semuanya menolak menandatangani berita acara,” paparnya. (Yey/N-01)

Dimitry Ramadan

Related Posts

Pemkot Semarang Dirikan Posko Kemanusiaan Lebaran

PEMERINTAH Kota Semarang melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Semarang mendirikan Posko Kemanusiaan Lebaran 2026 untuk memberikan pelayanan dan bantuan kepada para pemudik yang melintas di wilayah Semarang. Posko tersebut…

BMKG Prediksi Bandung Raya  Lebih Kering pada Musim Kemarau 2026

MUSIM kemarau 2026 di Jawa Barat diprediksi datang lebih awal dan berlangsung lebih kering dibandingkan kondisi normal. Data dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kelas I Bandung, menyebut  analisis…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Buka Perdana di Jakarta, Hikiniku to Come Siap Manjakan Lidah Pecinta Kuliner

  • March 16, 2026
Buka Perdana di Jakarta, Hikiniku to Come Siap Manjakan Lidah Pecinta Kuliner

Pemkot Semarang Dirikan Posko Kemanusiaan Lebaran

  • March 16, 2026
Pemkot Semarang Dirikan Posko Kemanusiaan Lebaran

BMKG Prediksi Bandung Raya  Lebih Kering pada Musim Kemarau 2026

  • March 16, 2026
BMKG Prediksi Bandung Raya  Lebih Kering pada Musim Kemarau 2026

Wagub DIY Lepas Keberangkatan Mudik 1.800 Pedagang Warmindo

  • March 16, 2026
Wagub DIY Lepas Keberangkatan Mudik 1.800 Pedagang Warmindo

PBVSI Siap Menaturalisasi 4 Pebola Voli Asal Brasil

  • March 16, 2026
PBVSI Siap Menaturalisasi 4 Pebola Voli Asal Brasil

Jelang Lebaran, Ratusan Driver Ojol Janda di Sidoarjo Terima Paket Sembako

  • March 16, 2026
Jelang Lebaran, Ratusan Driver Ojol Janda di Sidoarjo Terima Paket Sembako