Banjir di Kabupaten Sukabumi, Kemensos Salurkan Bantuan

BENCANA banjir bandang dan tanah longsor terjadi di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (6/3).

Laporab BPBD Kabupaten Sukabumi, sebanyak 405 warga  terdampak banjir dan longsor.

Mereka mengungsi di tiga lokasi yakni di Kampung Badak Putih di Desa Pelabuhan Ratu, Kecamatan Pelabuhan Ratu.

Kemudian Kampung Cijangkar di Desa Kerta Jaya, Kecamatan Simpenan, dan Kantor Desa Bojong, Kecamatan Cikembar.

Dalam bencana ini, satu korban atas nama Nendi Saputra (7) asal Kampung Cijangkar dilaporkan meninggal dunia.

Sementara dua orang lainnya, yakni Mondi (9) dan Yayar asal Kampung Cijangkar masih dalam pencarian. Adapun korban luka nihil. Data sementara 6 unit rumah rusak berat.

Banjir bandang dan longsor setelah terjadi hujan deras Kamis (6/3) di Kabupaten Sukabumi menyebabkan longsor di Kampung Cikujang.

BACA JUGA  Basarnas Akhirnya Temukan Korban Terakhir Banjir Bandang

Banjir juga melanda di sejumlah wilayah yang diperparah dengan banyaknya saluran air tersendat.

Saat ini banjir sudah surut, warga mulai membersihkan rumah yang penuh lumpur banjir.

Kementerian Sosial (Kemensos) menyalurkan bantuan untuk korban bencana tanah longsor dan banjir bandang di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Bantuan disalurkan melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) Sentra Phalamartha.

Bantuan yang telah didistribusikan berupa 1 unit tenda serbaguna keluarga, 20 lembar tenda gulung, 39 lembar selimut, 52 lembar kasur.

Serta 2 unit velbed guna mendukung kenyamanan para korban terdampak.

Selain itu, Kemensos juga menyalurkan 52 paket sandang bayi, 50 paket sandang anak, serta 48 paket Kidware.

Menteri Sosial, Saifullah Yusuf mengatakan Kemensos memastikan kebutuhan korban bencana akan terpenuhi.

BACA JUGA  Pendamping Sosial Kini Berstatus PPPK, Tugas Lebih Ketat

“Kami telah mengirimkan bantuan logistik dan kebutuhan darurat bagi terdampak bencana di Sukabumi,” kata Mensos, Jumat (7/3).

“Bantuan dikirim dari Gudang Sentra Palamarta Sukabumi sehingga cepat tersalurkan kepada warga terdampak bencana,”  lanjutnya.

Kemensos juga mengerahkan personel Tagana Kabupaten Sukabumi dan Tagana Kabupaten Pangandaran untuk melakukan asesmen dan evakuasi warga serta mendistribusikan logistik. (*/S-01)

Siswantini Suryandari

Related Posts

2.500 Hektare Lahan Pertanian di Priangan Timur Terancam Gagal Tanam

MUSIM kemarau sudah mulai berdampak di beberapa wilayah di Priangan Timur, Jawa Barat. Salah satunya berkurangnya pasokan air bersih. Kekeringan tersebut, menyebabkan 2.500 hektare lahan pertanian di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa…

Awasi Kinerja ASN, Pemkot Tasikmalaya Kembangkan Aplikasi Si Kece Badai

APARATUR Sipil Negara (ASN) di lingkungan Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Jawa Barat sejatinya  memegang peran sentral sebagai penggerak utama pelayanan kesehatan kepada masyarakat, baik dalam fungsi manajerial di tingkat dinas…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

2.500 Hektare Lahan Pertanian di Priangan Timur Terancam Gagal Tanam

  • July 31, 2026
2.500 Hektare Lahan Pertanian di Priangan Timur Terancam Gagal Tanam

Awasi Kinerja ASN, Pemkot Tasikmalaya Kembangkan Aplikasi Si Kece Badai

  • July 31, 2026
Awasi Kinerja ASN, Pemkot Tasikmalaya Kembangkan Aplikasi Si Kece Badai

Polisi dan TNI Berjibaku Padamkan Karhutla di Perhutani Banyumas

  • July 30, 2026
Polisi dan TNI Berjibaku Padamkan Karhutla di Perhutani Banyumas

Buka Kongres Alumni Jesuit, Sri Sultan Berharap Jadi Ruang Batin

  • July 30, 2026
Buka Kongres Alumni Jesuit, Sri Sultan Berharap Jadi Ruang Batin

Tim KKN UGM Gelar Aksi Bersih Pantai di Pulau Bawean dengan Warga

  • July 30, 2026
Tim KKN UGM Gelar Aksi Bersih Pantai di Pulau Bawean dengan Warga

Kendalikan Inflasi, BI Tasikmalaya Luncurkan Aplikasi Sindang Priatim

  • July 30, 2026
Kendalikan Inflasi, BI Tasikmalaya Luncurkan Aplikasi Sindang Priatim