
POLDA Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar Operasi Keselamatan Progo 2025 yang berlangsung selama 14 hari mulai Senin (10/2).
Operasi Keselamatan Progo diawalai di halaman Mapolda DIY di Ringroad Utara Depok, Sleman.
Ditandai dengan apel gelar pasukan yang dipimpin Direktur Lalu Lintas Polda DIY Kombes Pol. Yuswanto Ardi.
“Operasi ini digelar untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas, mengingat aspek keamanan dan keselamatan masih sering diabaikan oleh pengguna jalan,” kata Kombes Pol Yuswanto Ardi, Senin (10/2).
Usai memimpin upacara, Yuswanto Ardi megemukakan, selama ini banyak pengguna jalan yang mengabaikan dan bahkan melanggar berbagai aturan berlalu lintas terutama pemakaian helm.
“Jarak kepala dengan aspal yang harus diantisipasi guna meminimalisir fatalitas kecelakaan,” tegasnya.
Operasi Keselamatan Progo 2025 selama 14 hari
Ia mengingatkan, sepanjang 2024 jumlah kejadian kecelakaan lalu lintas sebanyak 7.176 kasus dengan korban meninggal sebanyak 436 orang.
“Angka kejadian kecelakaan lalu lintas ini, DIY menempati urutan ke-7 nasional. Meski angka fatalitas relatiof rendah,” katanya.
Yuswanto Ardi kembali mengungkapkan sejauh ini aspek keamanan dan keselamatan masih sering diabaikan oleh pengguna jalan.
Dikatakan data hasil penegakan hukum lalu lintas dari Ditlantas Polda DIY selama Tahun 2024 jumlah pelanggaran lalu lintas terdata sebanyak 204.754.
Pelanggaran, dengan jumlah tilang sebanyak 87.093 dan teguran sebanyak 117.661.
Dirlantas menjelaskan konsep operasi ini mengedepankan kegiatan preemtif, preventif, serta penegakkan hukum baik secara elektronik maupun teguran simpatik.
“Meskipun kami mengedepankan penindakan bersifat persuasive berbentuk teguran simpatik, namun demikian pada kriteria pelanggaran tertentu yang sangat berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas akan kita lakukan penilangan,” ujarnya.
Operasi Keselamatan Progo 2025 ini melibatkan pula Polisi Militer Angkatan Darat, Angkatan Udara dan Angkatan Laut. (AGT/S-01)







